Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPKM Darurat Bikin Volume Kendaraan di Jalan Tol dan Non-Tol Anjlok

Selain di Jawa dan Bali, penurunan volume kendaraan di jalan nasional non-tol dan jalan tol juga terjadi di sejumlah wilayah di Sumatra, Kalimantan, serta Sulawesi.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 13 Juli 2021  |  20:25 WIB
Jalan nasional - Ilustrasi/Bisnis.com
Jalan nasional - Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat penurunan volume kendaraan penumpang di jalan nasional non-tol dan tol di seluruh Indonesia sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Widyaiswara Utama Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan bahwa penerapan PPKM darurat Jawa—Bali sangat berdampak terhadap lalu lintas harian di jalan nasional non-tol dan jalan tol.

“Pada lintas utama Jawa Tengah, penurunan volume kendaraan penumpang sangat signifikan dibandingkan dengan kendaraan barang,” ujarnya dalam acara Investor Daily Summit 2021 secara daring, Selasa (13/7/2021).

Menurutnya, penurunan volume kendaraan penumpang di lintas utama Jawa Tengah mencapai 89 persen.

Selain di Jawa dan Bali, penurunan volume kendaraan di jalan nasional non-tol dan jalan tol juga terjadi di sejumlah wilayah di Sumatra, Kalimantan, serta Sulawesi. “Ada pembatasan pada jalan nasional non-tol dan jalan tol di Sumatra, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan,” katanya.

Kementerian PUPR mencatat penurunan volume kendaraan di Sumatra tertinggi berada di Jalan Nasional Batas Kota Medan—Kabupaten Karo. Di wilayah itu terjadi penurunan volume kendaraan hingga 94 persen.

Sementara itu, penurunan volume kendaraan terendah di jalan nasional non-tol dan jalan tol ada di Jalan Yos Sudarso, Kota Medan yang hanya berkurang 16 persen.

Selanjutnya, penurunan volume kendaraan tertinggi di Jawa berada di Jalan Nasional Ruas Simpang 3 Jeruklegi—Batas Kota Cilacap yang mencapai 88 persen, sedangkan yang terendah terjadi di jalan tol ruas Pondok Aren—Bintaro Viaduct—Ulujami yang hanya berkurang 11 persen.

Adapun penurunan volume kendaraan tertinggi di Kalimantan Selatan berada di Jalan Nasional S. Parman yang berukurang 84 persen, sedangkan penurunan volume kendaraan terendah terjadi di Jalan Nasional Pangeran Antasari, Banjarmasin, yang turun 19 persen.

Di Sulawesi Selatan, Jalan Nasional Ramp Bira Timur dan Biringkanaya menjadi wilayah dengan penurunan volume kendaraan tertinggi karena mencapai 77 persen, sedangkan Jalan Nasional Ramp Tall Timur, Makassar, menjadi wilayah dengan penurunan volume kendaraan terendah sekitar 39 persen.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan Kementerian PUPR PPKM Darurat
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top