Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Naik Terus, Pemerintah Akui Ketidakpastian Tinggi

Melihat tingginya ketidakpastian, pemerintah akan terus melanjutkan reformasi struktural yang dinilai akan memberikan dampak secara jangka panjang.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 07 Juli 2021  |  15:04 WIB
Kasus Covid-19 Naik Terus, Pemerintah Akui Ketidakpastian Tinggi
Staf Khusus Menteri Koordinator bidang Perekonomian Raden Pardede/Antara - Wahyu Putro

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah optimistis perekonomian Indonesia akan terus berlanjut pulih meski masih terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi.

Staf Khusus Menteri Koordinator bidang Perekonomian Raden Pardede mengatakan meski ekonomi akan rebound pada tahun ini, perekonomian Indonesia masih menghadapi ketidakpastian yang tinggi.

Hal ini tercermin dari pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dilakukan pemerintah. Perekonomian pada 2021 diperkirakan tumbuh pada kisaran 3,7 hingga 4,5 persen. Sebelumnya, pemerintah proyeksikan pertumbuhan pada rentang 4,3 hingga 5,3 persen.

“Ini menandakan ketidakpastian dan ketidakpastian ini kita pahami memang akibat dari penularan varian Delta serta akibat dari ketidakdisiplinan kita yang berdampak kepada kenaikan kasus,” katanya dalam webinar, Rabu (7/7/2021).

Raden menyampaikan ketidakpastian tersebut harus terus diantisipasi. Sejalan dengan itu, pemerintah akan melanjutkan reformasi struktural yang dinilai akan memberikan dampak secara jangka panjang ke depannya.

“Kita harus memikirkan, tidak hanya temporary saja, tapi juga untuk jangka menengah-panjang,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pemerintah pun terus berupaya menekan dampak dari pandemi Covid-19, salah satunya melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional, yang pada semester I/2021 telah terealisasi sebesar Rp252,3 triliun atau 36,1 persen dari pagu sebesar Rp699,43 triliun.

“Begitu kita mengumumkan PPKM darurat, kita mencoba melakukan realokasi dan refocusing program PEN, misal diskon listrik, bantuan produktif ultra mikro, bansos tunai, Kartu Prakerja, dan insentif usaha,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reformasi ekonomi indonesia Pemulihan Ekonomi Nasional PPKM Darurat
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top