Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Strategi KKP Jaga Mutu Ekspor Tuna Sulawesi Utara

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti mengatakan beberapa permasalahan terkait penurunan mutu ikan bisa mengakibatkan terjadinya penurunan grade dan bahkan penolakan dari buyer sehingga menimbulkan kerugian bagi eksportir.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 05 Juli 2021  |  23:51 WIB
Ikan Tuna.  - KKP
Ikan Tuna. - KKP

Bisnis.com, JAKARTA-- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus meningkatkan kualitas tuna segar untuk ekspor di Sulawesi Utara. Provinsi Nyiur Melambai dikenal sebagai salah satu penghasil tuna terbaik di Indonesia.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti mengatakan beberapa permasalahan terkait penurunan mutu ikan bisa mengakibatkan terjadinya penurunan grade dan bahkan penolakan dari buyer sehingga menimbulkan kerugian bagi eksportir.

"Sebagai langkah antisipatif timbulnya permasalahan tersebut maka perlu dilakukan tindakan strategis bagi pengembangan produk tuna di Indonesia," katanya dalam keterangan resmi, Senin (5/7/2021).

Untuk itu KKP menggelar menggelar diseminasi teknologi dan produk pasca panen berupa pembekalan teknik penanganan dan grading tuna segar bagi para checker tuna. Kegiatan itu diikuti oleh 32 peserta yang terdiri dari nelayan tuna, miniplant tuna, Unit Pengolahan Ikan (UPI) tuna, Pembina Mutu serta SMK Perikanan Bitung.

Artati mengatakan diseminasi teknologi dan produk pasca panen sangat penting untuk mendukung peningkatan kualitas komoditas tuna Indonesia, khususnya yang diproduksi oleh Provinsi Sulawesi Utara, agar dapat bersaing terutama di pasar ekspor.

Upaya ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk menjaga mutu produk perikanan, termasuk komoditas ekspor guna memastikan keamanan pangan dan menjaga kepercayaan pasar internasional.

Dia menyebutkan saat ini terdapat 91 Unit Pengolahan Ikan (UPI) tuna di Provinsi Sulawesi Utara. Jumlah itu terdiri dari 58 perusahan pembekuan, 5 pengalengan, 1 pengolahan lainnya, dan 27 perusahaan yang menangani produk tuna segar dan olahan turunannya. Dari jumlah tersebut, 56 UPI yang tercatat masih aktif.

Artati menyebutkan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam mempertahankan mutu tuna dan produk turunannya ialah dengan meningkatkan kemampuan para personal yang berhubungan langsung dengan penanganan dan produksi tuna, yakni nelayan, miniplant, checker, dan pengolah tuna agar memahami teknik penanganan dan melakukan grading tuna yang tepat dan benar.

"Peran pembina mutu mutu juga tidak kalah penting. Dengan mengikuti kegiatan Diseminasi ini, kami harapkan pembina mutu memiliki bekal untuk melakukan pembinaan kepada para pihak terkait dalam penanganan dan grading tuna," katanya.

Direktur Pengolahan dan Bina Mutu PDSPKP Trisna Ningsih mengatakan kegiatan diseminasi terkait peningkatan mutu tuna di Manado, meliputi pembekalan materi dan praktik penanganan dan grading tuna langsung di PT. Anping Seafood International - Bitung.

"Kalau ikan tuna ditangani dengan baik, tentu mencegah terjadinya penurunan mutu, kontaminasi dari bakteri dan hal lain yang merugikan sehingga menurunkan grade ikan tuna kita," paparnya.

Adapun, ekspor ikan tuna dari Sulawesi Utara ke Jepang melalui Bandara Sam Ratulangi diindikasikan mengalami penurunan pada bulan ini.

Tinneke Adam, Kadis Kelautan dan Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan bahwa permintaan impor tuna ke Jepang saat ini turun karena ketersediaan ikan tuna lokal Jepang sedang berlimpah.

Menurutnya, hal yang perlu dilakukan untuk mempertahankan mutu tuna Indonesia, khususnya dari Sulawesi Utara adalah melalui penanganan tuna dengan menerapkan sistem rantai dingin yang benar setelah pasca-panen.

Riyanto, Direktur Operational PT. Anping Seafood International yang menyatakan selaku pengolah ikan tuna selalu berkomitmen untuk menyediakan produk prima dengan terus menerapkan Standard Food Safety dalam proses produksi di perusahaan serta lingkungannya dan melakukan trainning pada para perkerja rutin sesuai jadwal.

“Pelatihan Penanganan dan Grading Tuna bagi Checker Tuna yang diselenggarakan oleh Ditjen PDSPKP-KKP kemarin itu baik dan bermanfaat untuk perusahaan serta miniplant, menambah ilmu dan membantu mempertemukan pihak perusahaan dan miniplant,” ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor perikanan ikan tuna
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top