Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bangun Pabrik di Bintuni, Pupuk Kaltim Bakal IPO Tahun Depan

Sinyal melantai di bursa sempat disampaikan Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi mengingat kebutuhan investasi perseroan hingga US$2,5 miliar atau setara Rp35,9 triliun dalam 5 tahun ke depan.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 24 Juni 2021  |  12:57 WIB
Pabrik Pupuk Kaltim 5. - JIBI/Istimewa
Pabrik Pupuk Kaltim 5. - JIBI/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pupuk Indonesia (Persero) menyebut anak usaha PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim akan melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) pada kuartal II/2022.

Keputusan untuk melantai di bursa bertujuan memenuhi kebutuhan pendanaan untuk pembangunan pabrik baru di Bintuni, Papua Barat.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan Pupuk Kaltim akan melakukan pengembangan produksi Amonia Urea di Bintuni. Selain itu, di wilayah yang sama juga akan dikembangkan produksi Methanol secara joint venture dengan Pupuk Indonesia sebagai mayoritas kepemilikan saham.

"Kami akan menggunakan pendanaan dari aksi korporasi anak usaha kami Pupuk Kaltim yang rencananya akan dilakukan pada kuartal II/2022," katanya dalam rapat dengar pendapat Komisi VI, Kamis (24/6/2021).

Bakir menyebut progres pengembangan proyek di atas kami baru saja menandatangani nota kesepahaman dengan Genting Oil untuk jual beli gas bumi dari Blok Kasuri untuk pabrik Amoniak-Urea dan Methanol di Papua Barat.

Adapun, volume pasokan gas tersebut berkisar 112,6 MMSCFD untuk pabrik amoniak-urea dan 109,3 MMSCFD untuk pabrik methanol.

Sebelumnya, sinyal melantai di bursa juga disampaikan Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi mengingat kebutuhan investasi perseroan hingga US$2,5 miliar atau setara Rp35,9 triliun dalam 5 tahun ke depan.

Rahmad pun mengatakan untuk mengembangkan pabrik Bintuni perseroan setidaknya membutuhkan hingga US$2 miliar dan sisanya untuk pengembangan pabrik perseroan di Bontang, Kalimantan Timur.

Adapun untuk sumber dana, Rahmad menyebut senilai US$500 juta bisa dicukupi dari kas perseroan. Sementara untuk US$2 miliar ini yang masih dipertimbangkan mengingat jika bersumber dari hutang dinilai akan sangat beresiko.

"Jadi kami buka berbagai peluang mungkin strategic partnertship atau IPO yang tentu terus kami jajaki," ujarnya.

Rahmad merinci, di Bintuni perseroan akan memproduksi Methanol dengan kapasitas 1 juta ton per tahun dan pupuk Urea dengan kapasitas 1,15 juta ton per tahun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo pupuk kaltim Pupuk Indonesia
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top