Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Pembukaan Travel Bubble, Bali Tunggu Kajian dari Pusat

Negara yang direncanakan dapat bekerjasama dengan Bali untuk mendatangkan wisatawan mancanegara, yakni China, Arab, Singapura, dan Korea Selatan.  
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 23 Juni 2021  |  12:55 WIB
Tamu W Bali Seminyak juga dapat bersantai di akhir pekan dengan menikmati pemandangan sunset dengan alunan musik yang groovy dan asyik dari Andy Chunes (PNNY / NL), Marc Roberts (Pantai People) dan Damian Saint pada 27 Maret 2021.  - W Bali
Tamu W Bali Seminyak juga dapat bersantai di akhir pekan dengan menikmati pemandangan sunset dengan alunan musik yang groovy dan asyik dari Andy Chunes (PNNY / NL), Marc Roberts (Pantai People) dan Damian Saint pada 27 Maret 2021. - W Bali

Bisnis.com, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali hingga kini masih menunggu hasil kajian dari pemerintah pusat terkait rencana pembukaan pariwisata internasional pada Juli mendatang. 

Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa mengatakan pembukaan pariwisata internasional pada Juli mendatang masih sebatas rencana, karena sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut. 

Hanya saja pemerintah pusat tengah mengkaji perkembangan Covid-19 di Indonesia khususnya Bali, serta dari negara luar untuk memastikan rencana tersebut dapat dilaksanakan.

"Saya kira itu kewenangan dari pusat untuk mengkaji, kalau dari Dinas Pariwisata telah mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan pembukaan pariwisata internasional tersebut," kata dia kepada Bisnis, Rabu, (23/6/2021).

Mengenai kajian pembukaan pariwisata internasional, sambung Astawa, di dalamnya juga membahas terkait kerjasama dengan negara luar melalui skema travel bubble.

Sebagai informasi awal, negara yang direncanakan dapat bekerjasama dengan Bali untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman), yakni China, Arab, Singapura, dan Korea Selatan.  

"Semua ini tergantung lagi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Luar Negeri yang akan menentukan kita bisa kerjasama dengan negara mana," tambahnya. 

Lebih lanjut, Bali dari jauh-jauh hari telah mempersiapkan pembukaan pariwisata internasional, dengan merancang Standar Operasional Prosedur (SOP) kedatangan wisman dari bandara hingga sampai tempat menginap. 

Kemudian melakukan sertifikasi protokol kesehatan (prokes) Covid-19 bagi hotel, restoran, vila, hingga pusat perbelanjaan. Vaksinasi Covid-19 juga telah diberikan kepada 97.000 orang pekerja di sektor pariwisata. 

Meski ada PPKM mikro, dia menjelaskan pembukaan pariwisata internasional dinilai tidak akan menjadi masalah penyebaran Covid-19 jika para wisatawan mancanegara yang datang tetap mentaati protokol kesehatan.

"Semoga tidak begitu besar pengaruhnya PPKM Mikro terhadap pembukaan pariwisata internasional. Terlebih lagi ekonomi Bali sudah sangat berat," jelasnya. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata bali travel bubble ppkm mikro
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top