Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produsen Komputer dan Elektronik Nasional Siap Hadapi Produk Asing

Minat masyarakat Indonesia terhadap produk buatan dalam negeri dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 17 Juni 2021  |  05:01 WIB
Tampilan Zyrex Confidante yang merupakan perpaduan laptop dan tablet. - Dok. Istimewa
Tampilan Zyrex Confidante yang merupakan perpaduan laptop dan tablet. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Gempuran produk-produk perangkat elektronik maupun teknologi informasi dari luar negeri, terutama dari China, tak membuat gentar pabrikan di dalam negeri.

Salah satu produsen perangkat TI di Tanah Air, PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk. (Zyrex) menyatakan minat masyarakat Indonesia terhadap produk buatannya terus mengalami peningkatan.

Direktur Utama Zyrex Timothy Siddik mengatakan tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap produk TI lokal tercermin dari peningkatan penjualan produk Zyrex. Pertumbuhannya begitu signifikan selama beberapa tahun terakhir.

“[Tingginya] minat masyarakat terhadap produk lokal tercermin dari peningkatan penjualan produk Zyrex sebesar 74 persen selama 2020 dibandingkan 2019," ujarnya.

Gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia dan dukungan peraturan lainnya diproyeksi dapat meningkatkan penjualan Zyrex  hingga 50 persen dibandingkan 2020.

Timothy mengungkapkan gempuran produk TI impor, khususnya dari China, tidak menjadi persoalan bagi Zyrex. Pasalnya, merk yang pertama kali diperkenalkan pada 1996 itu punya strategi berbeda dengan produk asal Negeri Tirai Bambu.

China menawarkan produk berspesfikasi tinggi dengan harga miring. Alih-alih menggempur pasar dengan produk serupa, Zyrex memilih menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan dan kemampuan masyarakat Indonesia.

Timothy menyebut spesifikasi tinggi yang ditawarkan merk asal China seringkali tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh pengguna di Tanah Air.

“Zyrex selalu ingin mencocokkan daya beli masyarakat dengan kebutuhan pemakaian produk. Kami mendesain produk berdasarkan riset pada kebutuhan pemakaian yang pas daripada menawarkan spesifikasi tinggi yang akhirnya tidak terpakai,” tegasnya.

Strategi lain yang digunakan Zyrex adalah menghadirkan fitur-fitur yang belum ada di produk serupa dari kompetitor. Salah satunya adalah Zyrex Confidante, satu-satunya laptop dengan teknologi bulit-in 4G LTE layaknya ponsel pintar atau tablet.

Namun, lanjut Timothy, strategi yang dia jelaskan itu bukanlah kunci keberhasilan Zyrex mengambil hati masyarakat Indonesia. Menurutnya, kunci keberhasilan tersebut terletak pada layanan purnajual yang baik dan tersebar luas di seantero negeri.

“Kita tahu aftersales service akan menjadi poin yang berbeda. Pengguna sekarang sudah pintar, untuk produk-produk yang memang akan digunakan dalam waktu lama mereka selalu memperhatikan aftersales service seperti apa. Harga bukan satu-satunya faktor strategi persaingan,” ungkapnya.

Timothy mengungkapkan pihaknya saat ini masih fokus pada pasar dalam negeri alih-alih menggenjot penjualan di negara tujuan ekspor Zyrex. Dia menilai potensi penjualan di dalam negeri masih sangat besar lantaran tingkat kepemilikan komputer di Indonesia terbilang rendah.

Walaupun demikian, potensi tersebut tak bisa digarap maksimal apabila tidak ada dukungan penuh dari pemerintah. Timothy berharap pemerintah tidak sekadar menggaungkan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia.

"Kami harapkan kementerian/lembaga pemerintah hingga perangkat daerah bisa menjadi pioneer dengan memberikan contoh penggunaan produk dalam negeri. Biarlah pemerintah bersama-sama dengan rakyat Indonesia bangga dengan produk-produk buatan Indonesia,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Presiden Direktur Maspion Group Alim Markus. Dia mengaku tidak gentar dengan serbuan produk elektronik berharga murah yang nyaris semuanya berasal dari China.

Maspion Group lewat anak usahanya PT Maspion Elektronik (Maspion Electronics) dikenal sebagai produsen produk elektronik bermerk Maspion dan Uchida. Keduanya diproduksi di fasilitas produksi di dua kawasan industri utama di Jawa Timur, yakni Gresik dan Sidoarjo.

Peralatan elektronik ringan bersamaan dengan peralatan dapur merk Maspion sudah diproduksi sejak 1975. Sementara itu, produk seperti kipas angin, penyejuk udara, mesin cuci, kulkas, pompa air, dispenser air bermerk Uchida baru diproduksi pada awal 1990-an.

Berbekal pengalaman lebih dari tiga dekade, sertifikasi yang dimiliki, serta kerja sama dengan sejumlah perusahaan kelas dunia, Maspion siap menghadapi produk-produk impor yang masuk ke Indonesia.

Sebagai catatan, Maspion Electronics berhasil menerima sertifikasi ISO 9002:1994 tahun 1997 serta sertifikasi ISO 9001 pada tahun 2000. Pada 2002, perusahaan tersebut berhasil mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2000.

“Kami siap bersaing, produk kami punya kualitas yang baik. Kami sudah mengembangkan produk-produk elektronik itu sejak lama. Produk kami juga sudah diekspor ke Timur Tengah dan banyak negara di Asia,” ujar Alim kepada Bisnis belum lama ini.

Pria yang dikenal lewat jargon “Cintailah Produk-Produk Indonesia” itu juga menegaskan selain kualitas dan harga yang bersaing, pihaknya telah menyiapkan layanan purnajual memadai. Layanan tersebut tersebar di seluruh Indonesia lewat sejumlah kantor perwakilan dan kerja sama dengan distributor produk.

“Kami punya [layanan] aftersales yang tersebar luas. Itu juga jadi keunggulan, harga dan kualitas bersaing dengan [dukungan layanan] aftersales, itu yang jadi strategi kami,” tegas Ali.

Jadi, mari Cintailah Produk-Produk Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indonesia produk lokal maspion group Zyrex
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top