Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Driver Gojek Tidak Mogok Massal, Garda: Sibuk Antre BTS Meal McD

Gabungan Transportasi Roda Dua Indonesia memastikan tidak ada driver ojek yang melakukan mogok massal hingga hari ini.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 10 Juni 2021  |  15:44 WIB
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di kawasan Mayestik, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di kawasan Mayestik, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Transportasi Roda Dua Indonesia melaporkan tak ada aksi pemogokan yang dilakukan para driver Gojek hingga hari ini kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Presidium Garda Igun Wicaksono menyampaikan sebagai Ketum Garda sudah beromunikasi langsung dengan Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Budi Setiadi terkait dengan santernya isu mogok kerja pengemudi ojek online (ojol).

"Hasil komunikasi kami adalah melaporkan kepada Dirjen Hubdat bahwa di lapangan tidak ada driver ojol yang mogok, malah kemarin viral sekali atas membanjirnya driver ojol di lapangan dengan adanya order promo event BTS Meal di McD," ujarnya, Kamis (10/6/2021).

Dengan demikian, menurutnya klaim yang menyebutkan sebanyak 100.000 pengemudi ojol mogok di lapangan adalah hal yang tidak terjadi di lapangan.

"Itu hasil pertemuan dengan Dirjen Hubdat dan Dirjen Hubdat pun memberikan informasi bahwa tidak ada pertemuan beliau dengan pihak perwakilan driver ojol yang mogok," imbuhnya.

Dia pun lantas menjelaskan sebagai asosiasi yang menaungi para pengemudi daring, aplikasi dan semua layanan tanpa terkecuali (penumpang, makanan, pengiriman barang, pembelanjaan barang dan lainnya) tidak ada aksi mogok di lapangan.

Selain itu, terkait dengan adanya perubahan isu insentif, dia juga menjelaskan memang ada perubahan. Ketidakpuasan juga memang sempat muncul soal insentif ini karena nilainya yang saat ini lebih kecil terlihatnya. Tarifnya hanya Rp1.000 per 9 antaran pertama.

Namun demikian saat antaran ke-10 dan selanjutnya ada skema insentif bonus Rp2.000 per antaran

Sebagai informasi, insentif lama yang berlaku bagi pemgemudi di Jabodetabek adalah apabila Mlmenyelesaikan 5 Pengantaran sebesar Rp10.000. Kemudian menyelesaikan 8 Pengantaran sebesar Rp30.000. Menyelesaikan 10 Pengantaran sebedar Rp45.000.

Lalu apabila menyelesaikan sebanyak 13 Pengantaran memcapai Rp60.000. Sisanya jika berhasil enyelesaikan 15 Pengantaran mencapai Rp100.000.

Sementara itu dengan adanya penyesuaian insentif baru di Jabodetabek adalah engantaran 1 - 9 kali mendapatkan Rp1.000 per pengantaran. Selanjutnya untuk pengantaran 10-14 sebesr Rp2.000 per pengantaran. Sisanya jika pengantaran lebih dari 15 kali pengemudi mendapatkan Rp2.500 per pengantaran.

Alhasil membandingkan dengan insentif lama, harus selesaikan minimal 5 antaran baru bisa dapat insentif bonus, sedangkan insentif baru 1 antaran saja sudah dapat insentif bonus.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Gojek Ojek Online
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top