Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Data Tenaga Kerja AS Kembali Dapatkan Momentum pada Mei 2021

Data tenaga kerja nonpertanian (nonfarm payroll) meningkat pada 559.000 bulan lalu setelah direvisi naik 278.000 pada April.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 04 Juni 2021  |  20:26 WIB
Bursa tenaga kerja AS. - .Reuters
Bursa tenaga kerja AS. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan tenaga kerja Amerika Serikat kembali mendapatkan momentum pada bulan Mei 2021, diikuti oleh turunnya tingkat pengangguran.

Hal ini menandakan perusahaan membuat beberapa kemajuan dengan terisinya sejumlah lowongan pekerjaan di saat ekonomi menguat.

Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS, data tenaga kerja nonpertanian (nonfarm payroll) meningkat pada 559.000 bulan lalu setelah direvisi naik 278.000 pada April.

Data ini lebih rendah dari median perkiraan dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom yang memproyeksikan 675.000. Sementara itu, tingkat pengangguran turun menjadi 5,8 persen, sedangkan tingkat partisipasi tenaga kerja sedikit berubah.

Imbal hasil Treasury jangka panjang sedikit berubah, dolar AS melemah dan bursa berjangka AS menguat menyusul data nonfarm payroll ini.

Pengusaha mendesak untuk mendapatkan jumlah karyawan sejalan dengan kebangkitan permintaan. Mei adalah titik belok dalam pembukaan kembali perekonomian karena meningkatnya tingkat vaksinasi virus corona, lebih banyak aktivitas sosial, dan pelonggaran bisnis di sebagian besar wilayah AS.

Kenaikan angka payroll membuat pasar tenaga kerja AS kekurangan 7,6 juta pekerjaan dari tingkat sebelum pandemi. Peningkatan yang lebih luas di pasar tenaga kerja membutuhkan pertumbuhan pekerjaan yang lebih cepat di antara penyedia layanan, seperti industri rekreasi dan perhotelan, yang telah mengalami gangguan yang lebih lama dari krisis kesehatan.

Data ini kemungkinan akan menenangkan kekhawatiran di Gedung Putih bahwa pemulihan pasar tenaga kerja telah terhenti dan bahwa kebijakan seperti tunjangan pengangguran tambahan membuat sejumlah besar warga AS bertahan di rumah.

Pada saat yang sama, kemajuan yang tidak merata di seluruh industri menunjukkan bahwa masih ada tantangan yang tersisa.

Pemulihan data tenaga kerja diperkirakan masih belum stabil karena kewajiban pengasuhan anak, peningkatan tunjangan pengangguran, ketidaksesuaian keterampilan, dan kekurangan pasokan menghambat upaya perekrutan.

Kesenjangan jumlah tenaga kerja dan lowongan , bersama dengan pandangan bahwa tekanan inflasi baru-baru terbukti tidak berlangsung lama, membantu menjelaskan mengapa pejabat Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar mereka.

“Tetap stabil dalam pendekatan berbasis hasil kami selama lonjakan pembukaan kembali perekonomian akan membantu memastikan momentum ekonomi yang akan dibutuhkan karena pergeseran tailwind ke headwind tidak dibatasi oleh pengetatan kondisi keuangan,” ungkap Anggota Dewan Gubernur The Fed Lael Brainard pada Selasa, seperti dikutip Bloomberg.

Restoran melaporkan kenaikan terbesar bulan lalu yang mencapai 186.000. Sementara itu, perawatan kesehatan dan pendidikan juga melaporkan peningkatan yang signifikan. Di sisi lain, pekerjaan di sektor konstruksi menurun untuk bulan kedua.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

data ekonomi as data tenaga kerja as
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top