Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja di pabrik sawit mengolah tandan buah segar menjadi CPO. - Bloomberg / Joshua Paul
Premium

PMI Manufaktur Indonesia Tembus Rekor, Bagaimana di Malaysia, Singapura, Hingga Vietnam?

03 Juni 2021 | 20:23 WIB
PMI Manufaktur menunjukkan tingkat geliat bisnis yang mencakup kapasitas produksi, tingkat pesanan hingga penyerapan tenaga kerja.

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Manufaktur negara dalam kawasan Asia Tenggara (Asean) dari IHS Markit bersumber dari manajer pembelian (purchasing manager indeks/PMI) berada pada area ekspansi sepanjang Mei 2021. 

Dalam rilis data bulanan yang dikutip Kamis, (3/6/2021) itu, manajer pembelian di Asia Tenggara melaporkan tanda-tanda pemulihan ekonomi makin kuat. Dalam 3 bulan terakhir, peningkatan produksi dan masuknya pesanan baru tercatat terus tumbuh. Meski demikian, terdapat pelemahan minor yang membuat indeks terkoreksi menjadi 51,8 di Mei 2021 dari bulan sebelumnya 51,9. 

IHS Markit menempatkan 50 sebagai nilai netral. PMI di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur tengah melakukan ekspansi. Demikian sebaliknya, di bawah 50 menunjukkan pabrik-pabrik di suatu negara tengah tertekan dan kinerjanya menurun. 

Indeks manufaktur Asia Tenggara ini sepanjang sejarah survei telah berada dalam posisi terkuat kedua yang dihitung sejak Juli 2014. 

Lewis Cooper, Ekonom dari IHS Markit menyebutkan dari negara yang disurvei dalam kawasan Asia Tenggara, penguatan manufaktur pada Mei 2021 dipimpin oleh Indonesia dengan indeks mencapai 55,3. Tertinggi sepanjang sejarah. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top