Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksinasi Jadi Momentum Bangkitnya Angkutan Umum

Dewan Transportasi Kota Jakarta menilai program vaksinasi bisa menjadi kebangkitan angkutan umum yang selama ini tidak bergairah saat pandemi Covid-19.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 30 Mei 2021  |  18:05 WIB
Sejumlah angkutan umum terparkir di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Jumat (2/8/2019). Bisnis - Arief Hermawan P
Sejumlah angkutan umum terparkir di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Jumat (2/8/2019). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Pekerja di bidang transportasi mengapresiasi program vaksinasi Covid-19 untuk para pekerja transportasi darat. Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) menilai program vaksinasi tersebut menjadi momentum bangkitnya angkutan umum yang telah lama mati suri.

Ketua Pekerja transportasi di DKI Jakarta (DTKJ) Harris Muhammadun mengatakan program vaksinasi yang diinisiasi oleh DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda), Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) dan Ikatan Alumni Ahli Lalu Lintas (IKAAL) bekerja sama dengan PT CIMB Niaga, Operator Jak Lingko Kolamas Jaya, Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan DKI serta Rumah Sakit Siloam dimulai sejak pekan terakhir Mei 2021.

“Kami berharap vaksinasi pekerja transportasi menjadi momentum bangkitnya angkutan umum yang telah lama mati suri dihantam pandemi Covid-19,” katanya dalam siaran pers yang dikutip, Minggu (30/5/2021).

Harris yang juga menjabat Ketua Ikatan Alumni Ahli Lalu Lintas (IKAAL) ini menjelaskan, sentra vaksinasi akan diprioritaskan kepada pelaku usaha dan para pekerja transportasi darat yang telah mendaftar. Hal ini sangat memberikan iklim usaha transportasi yang sekian lama tidak bergairah.

Sementara itu Sekretaris Jenderal DPP Organda Ateng Haryono menyambut baik program vaksinasi yang sudah lama dinanti tersebut. Dia berharap dengan vaksinasi, pandemi dapat tuntas teratasi.

"Program vaksinasi pemerintah sudah sangat bagus, hasilnya juga sudah terasa. Kalau pekerja kami dapat vaksin, maka ekonomi bisa bangkit karena transportasi aman. Jangan sampai mudik tahun depan dilarang lagi. Bisa kolaps kita," sebutnya.

Senada dengan Ateng, Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Harya Setyaka Dillon atau yang akrab disapa Koko menyatakan bahwa vaksinasi pekerja transportasi adalah syarat mutlak kebangkitan perekonomian.

Dia juga berharap vaksinasi dapat menghapus stigma negatif terhadap angkutan umum. Pasalnya dia menyebut klaster penularan terbanyak justru terjadi di perkantoran, fasilitas ibadah, dan keluarga.

“Transportasi adalah urat nadi perekonomian. Kalau transportasi sudah aman, perekonomian lancar. Semoga inisiatif ini dapat dilakukan di provinsi maupun kota besar lainnya. Dari sekian banyak klaster penularan, tidak satupun terdeteksi di antara pekerja garis depan. Ini karena operator seperti TransJakarta dan MRT sangat ketat menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, program vaksinasi yang dimulai sejak 25 Mei 2021 ini menargetkan 300 peserta dari DTKJ dan Kolamas Jaya, salah satu mitra operator JakLingko. Vaksinasi dibagi 3 sesi mulai pukul 08.00-11.00 WIB. Program ini akan dilanjutkan ke Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Riau, Sumbar dan Papua, sebagai prioritas provinsi yang memiliki jumlah kasus Covid-19 yang relatif tinggi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi Vaksin Covid-19
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top