Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementerian PUPR Bedah 750 Rumah Tidak Layak Huni di Riau

Nasyarakat yang berhak menerima bantuan Program BSPS ini adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau penghasilan di bawah Rp4 juta. 
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 26 Mei 2021  |  14:35 WIB
Ilustrasi pelaksanaan Program Bedah Rumah. - Kementerian PUPR
Ilustrasi pelaksanaan Program Bedah Rumah. - Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak 750 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau tahun ini akan dibedah agar lebih layak huni melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). 

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Sumatera III, Zubaidi mengatakan Kementerian PUPR sebagai pelaksana Program BSPS akan menggelontorkan dana senilai Rp15 miliar untuk mendorong semangat gotong royong masyarakat penerima bantuan agar bisa membangun rumahnya secara berkelompok.

"Jumlah rumah yang akan menerima Program BSPS dari Kementerian PUPR di Kabupaten Kampar sebanyak 750 unit RTLH," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (26/5/2021).

Zubaidi menerangkan bantuan bedah rumah dilaksanakan melalui Program BSPS yang merupakan berupa stimulan dana dari pemerintah sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas rumah masyarakat berpenghasilan rendah untuk meningkatkan rumahnya secara swadaya menjadi lebih layak huni.

"Jumlah bantuan Program BSPS yang disalurkan sebesar Rp20 juta per unit rumah. Rinciannya adalah Rp17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang," katanya.

Nasyarakat yang berhak menerima bantuan Program BSPS ini adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan penghasilan di bawah Rp4 juta. 

Selain itu mereka memiliki atau menguasai tanah serta belum memiliki rumah atau memiliki dan menghuni Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan belum pernah menerima bantuan perumahan dari pemerintah.

"Saya harap kepada para Korkab dan TFL untuk terus memantau dan memonitoring di lapangan kualitas bangunan rumah yang dibedah tetap berkualitas dari sisi ketahanan konstruksi, luas per kapita dengan minimal 9 meter persegi per orang, ketersediaan akses air minum dan sanitasi," tuturnya.

Salah satu penerima bantuan bedah rumah di Desa Simelinyang, Ratna Dewi mengungkapkan, dirinya tidak pernah menyangka bisa merenovasi rumahnya. Menurut ibu dari tiga orang anak itu, penghasilannya bersama suaminya jika dihitung tidak cukup untuk membangun rumah karena hanya mengandalkan dari hasil berdagang kecil-kecilan.

Ratna menceritakan dulu sebelum di bedah, bagian dalam rumahnya sering tergenang air jika hujan turun karena atap rumahnya bocor. Meskipun demikian, dia dan keluarga tetap bersemangat menabung dan berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 4,5 juta dan digunakan untuk menambah biaya pembangunan rumahnya.

"Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena bantuan program BSPS ini berhasil merubah rumah kami menjadi lebih baik dan sangat bermanfaat sekali. Sekarang saya dan keluarga merasa bersyukur karena atap rumah kami telah diperbaiki dan menjadi lebih nyaman saat berada di dalam rumah khususnya ketika menjalankan ibadah shalat dan tidur,” ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti bedah rumah Kementerian PUPR
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top