Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Indonesia-EFTA CEPA, Begini Prospek Ekspor Sawit

Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia menjelaskan mengenai prospek ekspor sawit RI saat ada Indonesia-European Free Trade Association CEPA.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 24 Mei 2021  |  20:58 WIB
Pekerja memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, di Petajen, Batanghari, Jambi, Jumat (11/12/2020). Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) memperkirakan nilai ekspor kelapa sawit nasional tahun 2020 yang berada di tengah situasi pandemi Covid-19 tidak mengalami perbedaan signifikan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 20,5 miliar dolar AS atau dengan volume 29,11 juta ton. ANTARA FOTO - Wahdi Septiawan
Pekerja memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, di Petajen, Batanghari, Jambi, Jumat (11/12/2020). Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) memperkirakan nilai ekspor kelapa sawit nasional tahun 2020 yang berada di tengah situasi pandemi Covid-19 tidak mengalami perbedaan signifikan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 20,5 miliar dolar AS atau dengan volume 29,11 juta ton. ANTARA FOTO - Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku usaha industri sawit di Tanah Air mengatakan bahwa Indonesia tidak bisa langsung menggenjot ekspor minyak sawit dan turunannya ke negara-negara European Free Trade Association (EFTA) meski blok dagang tersebut telah memberi komitmen akses terhadap komoditas unggulan ekspor RI itu.

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengatakan terdapat sejumlah kendala teknis yang menjadi hambatan masuknya produk kelapa sawit Indonesia. Di antaranya adalah soal syarat keberlanjutan untuk produk sawit yang berasal dari kebun rakyat dan level kontaminan yang dipersyaratkan kebanyakan negara Eropa.

“Peluang pasar di sana besar. Namun ekspor kita secara volume memang kecil. Dan meskipun mereka mengatakan kita bisa ekspor, tidak akan semudah itu,” kata Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga, Senin (24/5/2021).

Sahat mengatakan salah satu syarat yang ditetapkan negara Eropa agar sawit bisa masuk ke pasar mereka adalah pengelolaan kebun sawit rakyat secara berkelanjutan. Namun, dia menyebutkan hal ini sulit diterapkan karena keterbatasan sumber daya.

“Luas kebun sawit rakyat hampir 42 persen dari total perkebunan sawit di Indonesia, tetapi yang tersertifikasi sustainable terbatas. Ini tantangan yang berat,” lanjutnya.

Selain masalah keberlanjutan sawit dari kebun rakyat, terdapat pula syarat level 3-MCPD dan GE, senyawa kontaminan yang terbentuk dari proses penyiapan bahan pangan menggunakan suhu pemanasan tinggi. Sahat mengatakan banyak negara Eropa yang menetapkan batas maksimal 3-MCPD di angka 2,5 ppm dan GE sebesar 1 ppm.

“Sementara hasil uji coba menunjukkan bahwa minyak sawit memiliki kadar 3-MCPD dan GE tertinggi dibandingkan dengan minyak nabati lain,” kata dia.

Untuk itu, lanjutnya, Indonesia perlu menyiapkan langkah agar memenuhi kriteria yang dipersyaratkan. Dia menilai negara-negara Eropa, tak terkecuali negara EFTA, menantikan langkah konkrit Indonesia untuk memenuhi standar tersebut.

Negara EFTA sendiri menyatakan komitmennya untuk akses CPO Indonesia. EFTA bahkan berkomitmen untuk bekerja sama mengembangkan produksi mata rantai CPO yang berkelanjutan dan inklusif sehingga meningkatkan daya saing produk CPO.

Adapun negara EFTA yang secara penuh akan menghapus tarif CPO adalah Islandia dan Norwegia. Sementara Swiss bakal memberi keringanan tarif dengan tahap dan syarat tertentu, di antaranya dengan penurunan tarif sebesar 20 sampai 40 persen dengan kuota bervariasi sampai tahun kelima sejak Indonesia-EFTA CEPA diterapkan untuk produk dalam kontainer berukuran maksimal 22 ton. Ada pula penghapusan tarif untuk 100 ton produk minyak sawit dalam kemasan botol maksimal 2 liter khusus untuk konsumsi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor minyak sawit gimni
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top