Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Semen Naik, Solusi Bangun Berharap Kinerja Positif Terjaga

Pada kuartal pertama tahun ini SBI mencatatkan pertumbuhan volume penjualan semen dan terak sebesar 10,96 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 21 Mei 2021  |  02:09 WIB
Penjualan Semen Naik, Solusi Bangun Berharap Kinerja Positif Terjaga
Ilustrasi kegiatan konstruksi, yang memengaruhi konsumsi semen. - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SBI) berharap kinerja positif kuartal I/2021 berlanjut hingga akhir tahun meski persaingan pasar masih sangat ketat dan kondisi pandemi yang masih tidak menentu menjadi tantangan.

Presdir SBI Aulia Mulki Oemar mengatakan meski masih tergolong mengalami perlambatan, perseroan berharap pasar semen dan konstruksi akan lebih tergerak dengan membaiknya konsumsi sektor ritel, proyek infrastruktur pemerintah dan swasta, serta ekspor.

Sebesar 98,3 persen saham PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. dimiliki oleh PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB), bagian dari Semen Indonesia Group (SIG).

"Kalau dilihat dari kinerja perusahaan pada kuartal pertama tahun ini SBI mencatatkan pertumbuhan volume penjualan semen dan terak sebesar 10,96 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan konsumsi pasar semen domestik dan ekspor pada kuartal pertama tahun ini tumbuh 1,72 persen atau menjadi 14,8 juta ton," ujarnya kepada Bisnis pada Kamis (20/5/2021).

Aulia menyebut saat ini perseroan memiliki kapasitas produksi 14,8 juta ton yang dapat dimaksimalkan setiap tahunnya. Namun, melihat kondisi pasar yang masih oversupply, pemanfaatan kapasitas tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi perseroan. Untuk itu, SBI akan terus fokus menghadirkan produk dan solusi inovatif untuk beradaptasi dengan dinamika kebutuhan pasar.

Saat ini, menurut dia, hampir seluruh karyawan SBI sudah menjalankan vaksinasi tetapi proses adaptasi dan tetap disiplin pada protokol kesehatan, tak mengenal kata henti. Harapannya hal itu tidak akan berdampak pada kemampuan produksi perseroan pada tahun ini.

"Perseroan akan terus melakukan sinergi di segala lini bersama dengan SIG dengan harapan perseroan akan dapat mencakup pasar yang lebih luas lagi dengan jaringan distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia," ujarnya.

Aulia memastikan kondisi ekonomi dan sektor infrastruktur di Indonesia yang masih mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19 serta semakin ketatnya persaingan, membuat SBI harus tetap waspada terhadap segala kemungkinan.

Sementara itu, secara industri produksi semen nasional tercatat berakselerasi sejak awal 2021. Adapun, pertumbuhan produksi semen pada empat bulan pertama 2021 telah melampaui prediksi pertumbuhan akhir 2020.

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mendata produksi semen per April 2021 telah tumbuh 21,3 persen secara tahunan menjadi 6,17 juta ton. Sementara itu, volume produksi semen nasional pada Januari-April 2021 telah tumbuh 15,8 persen menjadi 24,36 juta ton.

"Terlihat dari angka-angka kenaikan [produksi] tersebut, baik bulan April 2021 maupun empat bulan berjalan, terbukti ekonomi Indonesia sudah mulai menuju normal kembali. Kami optimistis konsumsi semen akan meningkat dibandingkan dengan 2020," kata Ketua Umum ASI Widodo Santoso.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen solusi bangun indonesia
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top