Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perkenalkan, Ini Negara Calon Pemenang Transisi ke Green Energy

Saat dunia berupaya transformasi ke sumber energi baru terbarukan, ternyata Islandia telah memimpin transisi.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 17 Mei 2021  |  14:09 WIB
Kondisi jalan di Islandia - therichest
Kondisi jalan di Islandia - therichest

Bisnis.com, JAKARTA — Sebagai negara dengan populasi sebanyak 356.991 penduduk, Islandia menggantungkan seluruh kebutuhan energinya pada energi baru dan terbarukan (EBT). Sebanyak 100 persen listrik di negara tersebut saat ini dihasilkan oleh energi hijau atau green energy.

Bagaimana bisa negara yang jumlah turisnya tujuh kali lebih besar dari jumlah penduduknya itu beralih 180 derajat dari ketergantungannya pada energi fosil sejak tahun 1970-an.

Islandia adalah penghasil listrik terbesar per kapita, atau sekitar 55.000 kWh per orang per tahun. Sebagai perbandingan, rata-rata di Uni Eropa menghasilkan kurang dari 6.000 kWh.

Menurut Indeks GeGaLo, Islandia berada di peringkat pertama di antara 156 negara dan akan menjadi pemenang terbesar setelah transisi skala penuh ke energi terbarukan selesai.

Mengutip dari laman United Nations, Islandia yang terletak di lempeng tektonik Amerika Utara dan Eurasia dengan zona vulkanik yang sangat aktif, memberikan sumber daya panas bumi atau geothermal yang melimpah.

Gletser yang menutupi hampir 11 persen di Islandia, serta pencairan es secara musiman memberikan sumber daya yang sangat melimpah. Islandia juga masih memiliki potensi dari tenaga angin yang berjumlah besar yang hingga saat ini masih belum termanfaatkan.

Saat ini, penyediaan panas dan listrik untuk kebutuhan rumah tangga hingga industri sebagian besar didukung dari energi hijau yang bersumber dari energi panas bumi dan energi air. Ketergantungan bahan bakar fosil di Islandia saat ini hanya untuk kebutuhan transportasi.

Energi panas bumi memberikan banyak manfaat di Islandia, selain untuk menunjang kebutuhan listrik, enegi panasnya dimanfaatkan untuk pemanas, mencairkan salju, kolam renang air panas, hingga untuk produksi kosmetik.

Banyaknya manfaat dari energi terbarukan yang digunakan Islandia berawal dari ketidaksanggupannya dari fluktuasi harga minyak yang terjadi karena krisis di dunia yang mempengaruhi harganya di pasar.

Dari situ, Islandia membutuhkan sumber energi lokal yang lebih stabil dan layak secara ekonomi mengingat lokasinya yang sangat terisolasi di tepi Lingkaran Arktik.

Langkah pemanfaatan energi panas bumi dan air pertama kali dimulai oleh pengusaha lokal di Islandia. Untuk lebih mendorong pemanfaatan energi panas bumi, pemerintah Islandia membentuk dana mitigasi pengeboran panas bumi pada akhir 1960-an.

Dana tersebut meminjamkan uang untuk penelitian panas bumi dan pengeboran uji, sambil memberikan pemulihan biaya untuk proyek-proyek yang gagal. Bersamaan dengan hal itu, Islandia mulai fokus pada pengembangan pembangkit listrik tenaga air dengan skala besar.

Kisah sukses Islandia dalam memanfaatkan energi terbarukan untuk kebutuhan negaranya menjadi cerita sukses yang dapat menjadi insiprasi bagi berbagai negara untuk mengurangi ketergantungannya pada energi fosil.

Keberhasilan Islandia mengingatkan bahwa tidak hanya negara maju yang memiliki dana yang besar yang dapat memiliki kesempatan untuk memulai transisi energi hijau. Pasalnya, teknologi baru yang lebih baik akan terus tersedia setiap saat dan juga skema pendanaan yang akan menjadi lebih baik ke depannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

listrik energi terbarukan green energy Islandia
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top