Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dukung Prokes KRL Jabodetabek, BPTJ Siagakan Bus Alternatif

Penyediaan bus alternatif ini merupakan bagian dari langkah menjaga pemenuhan ketentuan protokol kesehatan di angkutan umum KRL Jabodetabek pada masa libur Lebaran 1442 H.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 16 Mei 2021  |  07:23 WIB
Ilustrasi-Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/7/2020). - ANTARA/Fakhri Hermansyah
Ilustrasi-Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/7/2020). - ANTARA/Fakhri Hermansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyediakan angkutan bus bantuan gratis yang dioperasikan khusus pada pagi dan sore hari, pada 15 dan 16 Mei 2021.

Penyediaan bus alternatif ini merupakan bagian dari langkah menjaga pemenuhan ketentuan protokol kesehatan di angkutan umum KRL Jabodetabek pada masa libur Lebaran 1442 H.

Kepala BPTJ Polana B. Pramesti mengatakan kebijakan ini dilaksanakan menyusul terjadinya konsentrasi penumpang pada jam-jam tertentu di angkutan umum massal KRL Jabodetabek yang terjadi selama Hari Raya Idulfitri 1442 H.

"Kita tidak bisa pungkiri bahwa meskipun pergerakan di wilayah aglomerasi telah dibatasi selama masa Libur Lebaran 1442 H, masih banyak masyarakat Jabodetabek yang memutuskan untuk melakukan kegiatan berpergian menggunakan angkutan umum massal," ujarnya dalam siaran pers, Minggu (16/5/2021).

Dia menilai pada masa libur Lebaran tersebut, penumpang KRL didominasi oleh rombongan keluarga dan orang-orang yang dalam kesehariannya tidak menggunakan KRL.

Oleh karenanya, sambungnya, para penumpang ini masih belum terbiasa terhadap protokol kesehatan di angkutan umum massal terutama pemenuhan ketentuan jaga jarak.

"Sangat berbeda dengan para komuter yang setiap hari menggunakan angkutan umum massal sehingga kultur bertransportasi seperti disiplin prokes telah terbentuk," sebutnya.

Kendati demikian, Polana menegaskan bahwa keberadaan angkutan bus alternatif ini disediakan tidak untuk memberikan kelonggaran terhadap masyarakat untuk leluasa berpergian.

Akan tetapi, imbuhnya, ketersediaan bus angkutan alternatif dipersiapkan untuk mendukung pemenuhan ketentuan jaga jarak dan hanya akan dioperasionalkan manakala terjadi lonjakan penumpang KRL yang berpotensi menggangu penegakan protokol kesehatan.

"Sebaliknya apabila tidak terdapat lonjakan, maka bus yang telah dipersiapkan juga tidak akan di operasionalkan,” jelasnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpjt krl Protokol Pencegahan Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top