Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Larangan Mudik, Volume Kendaraan Trans Sumatra Turun 17,13 Persen

Saat ini ada empat titik penyekatan di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), yakni di GT Bakauheni Selatan, GT Simpang Pematang, GT Kayu Agung, dan GT Dumai.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 12 Mei 2021  |  17:20 WIB
Penyekatan GT Tol Cikarang Barat karena larangan mudik Lebaran mulai Kamis (6/5/2021)  -  TMC Polda Metro Jaya
Penyekatan GT Tol Cikarang Barat karena larangan mudik Lebaran mulai Kamis (6/5/2021) - TMC Polda Metro Jaya

Bisnis.com, JAKARTA — Ratusan ribu kendaraan melintasi Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) pada H-1 Idulfitri 2021. Namun demikian, angka tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan volume lalu lintas (VLL) pada hari biasa.

PT Hutama Karya (Persero) mendata VLL JTTS pada H-1 mencapai 431.768 unit atau turun 17,13 persen dibandingkan kondisi normal.

"Penurunan trafik ini tidak lepas dari adanya larangan mudik dari pemerintah yang cukup dipatuhi oleh masyarakat pada tahun ini," kata EVP Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya J. Aries Dewantoro dalam keterangan resmi, Rabu (12/5/2021).

VLL tersebut didapatkan dari data kendaraan yang melintasi lima gerbang tol (GT) yang ada di lima ruas jalan tol, yakni GT Bakauheni Selatan, GT Terbanggi Besar, GT Palembang, GT Pekanbaru, dan GT Blang Bintang. Aries mencatat penurunan VLL terbesar terjadi pada ruas Pekanbaru-Dumai atau sebesar 40,39 persen.

Seperti diketahui, aturan larangan mudik 2021 terangkum dalam adendum Surat Edaran No. 13/2021 tentang pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik selama 22 April–5 Mei 2021 dan H+7 peniadaan mudik (18–24 Mei 2021).

Aries menyampaikan pihaknya telah melakukan kebijakan larangan mudik di JTTS dengan Kepolisian daerah ayng dilintasi JTTS sejak Kamis (6/5/2021). Aries mencatat telah ada 519 kendaraan yang diputarbalikkan dari 3.850 kendaraan yang diperiksa.

Aries berujar kendaraan yang diputarbalikkan tersebut dikarenakan pengendara yang tidak dapat menunjukkan Surat izin Keluar Masuk (SIKM) dan bukti negatif tes Covid-19. Adapun, bukti tes Covid yang dimaksud adalah hasil tes RT-PCR berdurasi 3x24 jam, Rapid Antigen 2x24 jam, dan Genose C19.

Aries mengatakan perseroan telah menyediakan empat titik penyekatan di JTTS, yakni di GT Bakauheni Selatan, GT Simpang Pematang, GT Kayu Agung, dan GT Dumai.

Walakin, Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro mengatakan pihaknya tetap mendukung pemerintah dalam melarang masyarakat untuk tidak mudik saat liburan panjang Lebaran 2021. Namun demikian, Koentjoro menilai pihaknya harus tetap menyiapkan JTTS dalam menghadapi musim Miduk Lebaran 2021.

"Kami merasa perlu tetap dilakukan persiapan guna mengantisipasi adanya lonjakan lalu lintas kendaraan mengingat saat ini masyarakat telah menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan sebagian besar masyarakat juga sudah diberikan vaksin,” ucapnya.

Oleh karena itu, Koentjoro telah bekerja sama dengan pihak berwajib untuk mempersiapkan JTTS menghadapi musim mudik Lebaran 2021. Salah satu peningkatan keamanan yang dilakukan adalah menyediakan pos pantau di rest area dan beberapa pos pengamanan di sepanjang jalan tol.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

trans sumatra hutama karya Larangan Mudik Lebaran
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top