Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Modern Halal Valley Siap Jadi Episentrum Global Industri Halal

PT Modernland Realty Tbk., melalui PT Modern Industrial Estat, mengembangkan kawasan industri halal Modern Halal Valley seluas 500 hektare di Serang, Banten, yang diproyeksikan menjadi episentrum global industri halal.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 11 Mei 2021  |  01:07 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan depan) ketika meninjau Modern Halal Valley, menerima penjelasan dari Pascall Wilson, Managing Director Industrial PT Modernland Realty Tbk. yang juga Direktur Utama PT Modern Industrial Estat. - Istimewa
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan depan) ketika meninjau Modern Halal Valley, menerima penjelasan dari Pascall Wilson, Managing Director Industrial PT Modernland Realty Tbk. yang juga Direktur Utama PT Modern Industrial Estat. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi Modern Halal Valley seluas 500 hektare yang berlokasi di dalam ModernCikande Industrial Estate (MCIE), di Serang, Banten, yang dibangun PT Modern Industrial Estat, anak perusahaan PT Modernland Realty Tbk.

Kunjungan pada Senin (10/5/2021) ini untuk melihat secara dekat progres pembangunan Modern Halal Valley yang telah dinyatakan sebagai kawasan halal pertama di Indonesia dan lolos verifikasi oleh Kemenperin dan sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian No. 17/2020 tentang Tata Cara Memperoleh Surat Keterangan dalam rangka Pembentukan Kawasan Industri Halal.

Menperin menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen mempercepat pembangunan Kawasan Industri Halal, salah satunya Modern Halal Valley.

“Pemerintah juga mendorong agar industri besar dan industri kecil menengah (IKM) mampu bersinergi dengan baik di Modern Halal Valley. Salah satunya dengan menyiapkan platform e-commerce untuk ekosistem yang terbentuk di Modern Halal Valley bekerja sama dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi),” kata Agus.

Dia menambahkan untuk mengakselerasi beroperasinya kawasan industri halal, perlu intervensi pemerintah untuk menarik investasi dengan memberikan perlakuan khusus karena industri halal belum mandatory untuk berlokasi di kawasan tersebut.

Dengan tersedianya fasilitas serta infrastruktur yang lengkap dan terpadu, kata Menperin, Indonesia akan menciptakan supply chain halal yang kuat, yang dapat didukung dengan hadirnya halal traceability system yang sedang disiapkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Agus menjelaskan bahwa Kemenperin tidak bisa mempercepat pembangunan kawasan industri halal tanpa kerja sama dengan berbagai pihak.

Pembangunan kawasan industri, terutama kawasan industri halal, tidak sebatas memperoleh perizinan, tetapi bagaimana mampu mendatangkan tenant masuk ke dalam kawasan.

“Indonesia diharapkan dapat menjadi pusat produksi halal dunia. Kemenperin bisa mengambil peran untuk dapat memfasilitasi potensi tenant untuk masuk ke kawasan industri halal,” lanjutnya.

Untuk mempercepat pemberian fasilitas bagi pelaku usaha di bidang produk halal, baik industri ataupun kawasan industri, Kemenperin akan merevisi Peraturan Menteri Perindustrian No. 17/2020 tentang Tata Cara Memperoleh Surat Keterangan dalam rangka Pembentukan Kawasan Industri Halal, dengan mencantumkan klausul fasilitas.

Pascall Wilson, Managing Director Industrial PT Modernland Realty Tbk. yang juga Direktur Utama PT Modern Industrial Estat, berkomitmen menjadikan Modern Halal Valley sebagai halal hub global yang mengedepankan integrasi rantai pasok.

Modern Halal Valley akan dibangun dalam 5 tahun yang terbagi menjadi tiga tahapan masing-masing 150 hektare, 150 hektare, dan 200 hektare.

Untuk menjangkau pasar global, kata Pascall, Modern Halal Valley telah menjangkau jaringan kawasan industri halal internasional seperti Cordoba Halal Park Spanyol, Johor Iskandar Halal Park, dan Penang International Halal Hub.

“Pengembangan kawasan industri halal masih memerlukan intervensi pemerintah dalam hal pemberian insentif khusus produk halal dan penyederhanaan proses sistem sertifikasi. Apalagi, kawasan industri halal berpotensi mengembangkan produk IKM yang berorientasi ekspor,” papar Pascall.

Dia optimistis Modern Halal Valley menjadi episentrum global bagi industri halal dunia, sejalan dengan harapan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai global hub produk halal dunia.

Pascall berpendapat di Indonesia industri halal belum diterapkan secara maksimal. Padahal Indonesia adalah negara dengan konsumen terbesar untuk produk halal dunia. Ironisnya, menurut dia, Indonesia masih berada di peringkat kelima dalam pasar industri halal dunia dengan posisi pertama dipegang Malaysia yang sedang mengembangkan industri halalnya secara masif.

Dia mengutarakan Indonesia baru sebatas pasar dan belum menjadi pelaku industrinya. Kondisi inilah yang menjadi latar belakang pihaknya dalam mengembangkan klaster industri halal pertama di Indonesia bernama Modern Halal Valley di MCIE.

“Melalui Modern Halal Valley, MCIE siap memfasilitasi investor industri halal baik itu lokal maupun mancanegara yang ingin berinvestasi dan mengembangkan produk-produk bersertifikasi halal di Indonesia,” kata Pascall.

Dia pun berharap semakin banyak lagi kawasan industri halal yang berkembang di Indonesia seperti halnya Modern Halal Valley, sehingga upaya menarik perhatian investor asing sekaligus rencana meningkatkan produksi produk halal di dalam negeri dapat segera terealisasi.

Mengenai Modern Halal Valley, Pascall memerinci ada beberapa keunggulan sebagai episentrum global bagi industri halal dunia antara lain, Modern Halal Valley merupakan kawasan industri halal pertama dan terbesar di Indonesia dengan rencana pengembangan seluas 500 hektare.

Sesuai dengan visinya, keberadaan Modern Halal Valley mencakup halal intregrated supply chain, standard factory building, industrial land, dan logistic park.

Modern Halal Valley juga merupakan zona industri halal yang merangkul nilai-nilai muslim, memenuhi standar tertinggi dalam hal halal, keamanan pangan, dan kelestarian lingkungan. Modern Halal Valley juga menyediakan berbagai kebutuhan penunjang bagi ekosistem halal yang lengkap untuk produksi halal yang efisien serta pendistribusian domestik dan ekspor ke pasar internasional.

“Zona industri halal yang kami kembangkan memiliki infrastruktur dan fasilitas yang menunjang manajemen dan distribusi halal, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun pasar internasional," ujar Pascall.

Dia menambahkan kawasan industri halal di MCIE telah didukung fasilitas dan infrastruktur modern yang telah terintegrasi serta memiliki akses pada jaringan pasar halal global.

Saat ini MCIE sudah saling terintegrasi karena dilengkapi dengan infrastruktur berkualitas dan fasilitas-fasilitas pendukung serta pengaturan kawasan.

Di MCIE ini juga disediakan kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang akan membantu dan memberi informasi bagi para investor asing terkait semua hal tentang investasi di Indonesia termasuk membantu permohonan izin dan penyerahan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM).

Pascall menambahkan MCIE merupakan salah satu kawasan industri terbesar di barat Jakarta. Berjarak hanya 70 km dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dengan akses tol langsung melalui exit toll Cikande yang hanya berjarak 900 meter dari gerbang MCIE untuk menuju ruas tol Jakarta–Merak.

Dari total lahan 3.175 hektare, luas lahan yang telah dikembangkan mencapai 40 persen dengan sisa land bank sekitar 1.900 hektare. Saat ini MCIE telah dihuni lebih dari 200 perusahaan baik lokal maupun multinasional dengan berbagai ragam jenis usaha.

Perusahaan yang mendominasi adalah perusahaan chemical, diikuti oleh perusahaan yang begerak di bidang steel, metal product & smelter, serta perusahaan di bidang material bangunan.

PT Modern Industrial Estat menawarkan lahan di kawasan pengembangan Modern Halal Valley berupa kavling industri untuk produk makanan & minuman, obat-obatan, kosmetika, dan tidak menutup kemungkinan bagi jenis industri lain yang berkaitan dengan produk turunan halal. “Gudang logistik, ruko, serta perumahan dan dryport segera kami bangun,” kata Pascall.

Dia menegaskan MCIE ingin berpartisipasi dalam mewujudkan visi Indonesia membangun ekosistem halal yang lengkap untuk makanan halal dan industri terkait. “Modern Halal Valley menyediakan lahan premium bagi perusahaan yang ingin menjadikan Indonesia sebagai basis bagi bisnis internasional mereka dalam hal produksi dan perdagangan halal.”

Progres pengembangan kawasan Modern Halal Valley saat ini memasuki tahapan pembangunan sarana dan prasarana berupa insfrastruktur jalan di dalam kawasan serta fasilitas infrastruktur pendukung lainnya.

Pascall menambahkan sejauh ini sudah ada major tenant yang telah menyatakan untuk bergabung di Modern Halal Valley.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti modernland kawasan industri produk halal
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top