Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Resesi Bertahan di Kuartal I/2021, Bappenas Ungkap Penyebab Utamanya

Resesi yang belum juga usai pada kuartal I/2021 disebabkan oleh konsumsi yang lemah. Pasalnya, libur akhir tahun berdampak pada munculnya klaster baru sehingga kasus Covid-19 meningkat pesat. Akhirnya beberapa daerah terpaksa melakukan lockdown.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 07 Mei 2021  |  08:21 WIB
Sejumlah pekerja memperbaiki layar monitor di salah satu gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (23/2/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro di Ibu Kota pada 23 Februari hingga 8 Maret 2021. - Antara\r\n
Sejumlah pekerja memperbaiki layar monitor di salah satu gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (23/2/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro di Ibu Kota pada 23 Februari hingga 8 Maret 2021. - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2021 minus 0,74 persen secara tahunan.

Realisasi ini tidak jauh berbeda dengan proyeksi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

“Realisasi triwulan I/2021 ini mirip dengan perkiraan Bappenas, yang sebesar minus 0,8 persen karena memang di kuartal I/2021 masih berat konsumsi rumah tangganya,” kata Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/ Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti, Kamis (6/5/2021).

Mengacu pada data BPS, sektor akomodasi, makanan, dan minuman adalah penyumbang kontraksi terbesar kedua ekonomi yang tumbuh minus 7,26 persen. Sedangkan terdalam adalah transportasi dan pergudangan minus 13,12 persen.

Amalia menjelaskan bahwa ini disebabkan oleh libur akhir tahun yang berdampak pada munculnya klaster baru sehingga kasus Covid-19 meningkat pesat. Akhirnya beberapa daerah terpaksa melakukan lockdown.

“Akibatnya ekonomi dan daya beli masyarakat kembali agak terhambat,” jelasnya.

Pembelajaran dari sini, terang Amalia adalah pemerintah kini melarang mudik karena dikawatirkan akan terjadi klaster baru lagi. Di sisi lain, beberapa negara sedang terjadi peningkatan kasus Covid-19, termasuk tetangga Indonesia, yaitu Malaysia.

Oleh karena itu, pembatasan perjalanan ke luar negeri dan larangan mudik sangat penting untuk keselamatan masyarakat.

“Tentunya saya berharap masyarakat dapat patuh terhadap kebijakan pemerintah ini. Apabila masyarakat abai, maka upaya pemerintah untuk mengatasi penyebaran Covid-19 akan sia-sia,” terangnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bappenas konsumsi Resesi ekonomi indonesia pertumbuhan ekonomi indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top