Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nasib Smelter Freeport dengan Tsingshan Diputuskan Bulan Ini

Ada 2 opsi pembangunan smelter yang tengah dipertimbangkan oleh MIND ID, salah satunya melalui kerja sama dengan investor asal China, Tsingshan Steel.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 07 Mei 2021  |  18:34 WIB
Kegiatan operasional pertambangan anggota MIND ID. - mind.id
Kegiatan operasional pertambangan anggota MIND ID. - mind.id

Bisnis.com, JAKARTA – CEO Grup MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan opsi pembangunan smelter tembaga PT Freeport Indonesia diharapkan dapat diputuskan pada Mei tahun ini.

Ada 2 opsi pembangunan smelter yang tengah dipertimbangkan, yakni membangun smelter di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur atau membangun smelter di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara melalui kerja sama dengan investor asal China, Tsingshan Steel.

Orias mengungkapkan hingga saat ini negosiasi dengan Tsingshan masih berlangsung dan belum ada keputusan final mengenai opsi pembangunan smelter tersebut.

"Awalnya kami akan bangun di JIIPE tapi karena Covid pembangunan terhenti. Kemudian kami dapat tawaran dari Tsingshan dengan pembangunan lebih cepat dan murah. Tapi semurah apa kami masih diskusi. Sampai hari ini belum ada keputusan final," kata Orias dalam konferensi pers secara daring, Jumat (7/5/2021).

Dia berharap keputusan final dapat dicapai pada bulan ini. Jika hingga Juni atau Juli belum ada keputusan, dikhawatirkan penyelesaian pembangunan smelter yang ditargetkan pada akhir 2023 akan bergeser.

"Kalau Mei ini kami mulai, kami masih bisa [selesai 2023] karena mereka [Tsingshan] bisa cepat sekali, paling 2 tahun bisa dibangun. Kalau pakai punya kami [di JIIPE] tanah juga sudah siap, tinggal engineering design dan penyelesaian untuk kontraktor, ini sudah lama kerja sama tapi mulai secara resmi kalau kami sudah putuskan," ujarnya.

Bila nantinya opsi kerja sama dengan Tsingshan yang dipilih, sebagian besar biaya investasi pembangunan smelter akan ditanggung oleh Tsingshan. Hal ini karena porsi kepemilikan saham Freeport di proyek tersebut akan minoritas, yakni sekitar 25 persen.

Menurut Orias, perhitungan itulah yang membuat pihaknya mempertimbangkan opsi alternatif pembangunan di Halmahera. Sebab bila smelter tetap dibangun di Gresik, pembiayaannya sepenuhnya akan dilakukan oleh Freeport melalui pinjaman. Nilai investasi pembangunan smelter di Gresik diperkirakan menelan biaya sekitar US$3 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi Freeport smelter
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top