Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bio Farma: Harga Vaksin Gotong Royong Masih Dihitung

Total vaksin produksi Sinopharm yang diekspor ke Tanah Air berjumlah 1 juta dosis yang salah satunya terdiri atas 500.000 dosis donasi dari Uni Emirat Arab.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 06 Mei 2021  |  16:52 WIB
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 Astrazeneca kepada buruh di Pendopo Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (1/5/2021). Sebanyak 500 buruh dari berbagai element tersebut menerima vaksinasi Covid-19 dalam rangka peringatan Hari Buruh Sedunia.  - ANTARA FOTO
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 Astrazeneca kepada buruh di Pendopo Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (1/5/2021). Sebanyak 500 buruh dari berbagai element tersebut menerima vaksinasi Covid-19 dalam rangka peringatan Hari Buruh Sedunia. - ANTARA FOTO

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan yang sudah mendaftarkan diri untuk Vaksinasi Gotong Royong masih harus menanti kepastian dari pemerintah terkait dengan harga vaksin yang akan digunakan.

Juru Bicara sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto mengatakan sampai dengan saat ini perusahaan masih menghitung besaran harga dengan pendampingan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Untuk harga masih dihitung dengan pendampignan dari BPKP," ujarnya dalam acara disukusi virtual pada Kamis (6/5/2021).

Kendati belum menemukan harga yang pasti, Bambang mengestimasikan vaksin produksi Sinopharm yang akan digunakan untuk program Vaksinasi Gotong Royong berada di kisaran Rp500.000 per dosis.

Dengan demikian, perusahaan yang merupakan peserta program tersebut setidaknya mesti merogoh kantong sekitar Rp1 juta dengan perhitungan vaksinasi dilakukan seperti halnya Sinovac yang digunakan dalam program pemerintah, yakni dua kali penyuntikan.

Dia menambahkan total vaksin produksi Sinopharm yang diekspor ke Tanah Air berjumlah 1 juta dosis yang terdiri atas 500.000 dosis donasi dari Uni Emirat Arab dan 500.000 lainnya diimpor langsung oleh Bio Farma dari perusahaan produsen.

"Vaksin didatangkan dalam dua tahap, pertama pada 30 April 2021 dan kemudian 1 Mei 2021," jelasnya.

Adapun, vaksin Sinopharm yang akan digunakan untuk program tersebut hanya sebanyak 500.000. Kedatangan vaksin tersebut, sambung Bambang, juga akan bertahap mengingat adanya kompetisi dari negara-negara lain untuk mendatangkan vaksin Covid-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin bio farma vaksinasi Vaksin Sinopharm
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top