Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usai Brexit, Inggris Gandeng India Gandakan Perdagangan pada 2030

Perdagangan Inggris-India saat ini bernilai sekitar 23 miliar pound sterling atau sekitar Rp460,33 triliun setahun.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  19:53 WIB
Poundsterling.  - Reuters
Poundsterling. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Jelang pertemuan virtual antara Boris Johnson dan Narendra Modi, Inggris dan India menyatakan ingin menggandakan perdagangan pada 2030.

Mencari mitra dagang baru setelah meninggalkan Uni Eropa, pemerintah Inggris mengungkapkan ambisi tersebut bersama dengan pengumuman 1 miliar poundsterling (US$ 1,4 miliar) perdagangan ekstra dengan India yang dikatakan akan menciptakan 6.500 pekerjaan.

Menurut Sekretaris Perdagangan Internasional Liz Truss, investasi ekstra datang sebelum negosiasi untuk perjanjian perdagangan bebas formal, dengan pembicaraan diharapkan akan dimulai pada musim gugur.

“Ini akan menjadi win-win bagi kedua negara. Saat ini ada tarif yang sangat tinggi untuk produk seperti mobil dan wiski ke India, kami ingin melihat tarif tersebut dihapus untuk menguntungkan bisnis di Inggris," kata Truss dilansir Bloomberg, Selasa (4/5/2021).

Menurut Pemerintah Inggris, perdagangan Inggris-India saat ini bernilai sekitar 23 miliar poundsterling setahun. Pada 2019, 1,1 persen ekspor Inggris dikirim ke India, dan 2 persen impor Inggris berasal dari negara tersebut.

Pertemuan virtual Johnson-Modi datang ketika India tengah memerangi gelombang baru yang mematikan dalam pandemi virus corona, dan Inggris telah membantu mengirim peralatan darurat dan oksigen.

Johnson mengatakan perdagangan ekstra dari kemitraan ekonomi mereka yang lebih dalam akan meningkatkan pemulihan masing-masing dari pandemi.

Paket perdagangan tersebut mencakup 533 juta poundsterling investasi baru India ke Inggris di berbagai bidang seperti kesehatan dan teknologi. Kesepakatan tertinggi adalah investasi 240 juta poundsterling oleh Serum Institute of India ke dalam bisnis vaksin mereka.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi india inggris
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top