Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prospek Ekonomi Asia Positif, HBA Mei Menguat ke US$89,74 per Ton

Pertumbuhan ekonomi di Asia menjadi faktor utama terhadap kenaikan harga batu bara acuan (HBA) pada Mei tahun ini.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  10:26 WIB
Kegiatan bongkar muat batu bara di area pertambangan PT Mitrabara Adiperdana Tbk. - mitrabara
Kegiatan bongkar muat batu bara di area pertambangan PT Mitrabara Adiperdana Tbk. - mitrabara

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara acuan (HBA) pada Mei 2021 masih melanjutkan penguatan ke level US$89,74 per ton. Angka ini meningkat US$3,06 per ton dari bulan sebelumnya yang ditetapkan sebesar US$86,68 per ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi mengatakan pertumbuhan ekonomi di Asia menjadi faktor utama atas kenaikan HBA pada Mei tahun ini.

"Ekonomi Asia mulai membaik pada kuartal I/2021. Perubahan pergerakan ini masih didominasi dari [ekonomi] Tiongkok," kata Agung melalui siaran pers, Selasa (4/5/2021).

Agung menambahkan permintaan konsumsi batu bara China sepanjang periode tersebut mengalami lonjakan pesat. Hal ini tak sebanding dengan hasil produksi domestik yang terus menipis.

"Permintaan batu bara banyak datang guna memenuhi kebutuhan pembangkit Tiongkok," jelasnya.

Tingginya kebutuhan batu bara China, sambung Agung, turut memengaruhi kebijakan impor negara tersebut. China Electricity Council (CEC) memperkirakan konsumsi listrik pada 2021 naik 7-8 persen dibandingkan pada 2020. Selanjutnya, China pun melakukan relaksasi impor sehingga turut mengerek harga batu bara global.

Berdasarkan data Refinitiv, sepanjang minggu lalu harga kontrak batu bara ICE Newcastle naik lebih dari 6 persen. Di akhir perdagangan pekan lalu, bahkan harga batu bara thermal acuan semakin mendekati US$92 per ton.

Perhitungan nilai HBA sendiri diperoleh dari rata-rata 4 indeks harga batu bara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.

Pergerakan HBA sejak 2021 cukup fluktuatif. Dibuka pada level US$75,84 per ton di Januari, HBA mengalami kenaikan pada Februari US$87,79 per ton, lalu sempat turun di Maret US$84,47 per ton, dan naik lagi pada April di angka US$86,68 per ton.

Nilai HBA Mei ini akan dipergunakan pada penentuan harga batu bara pada titik serah penjualan secara free on board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel) selama sebulan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian esdm harga batu bara
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top