Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Elektronika Terancam Gagal Pulih pada Semester Pertama

Kenaikan bahan baku saat ini cukup bervariasi mulai dari 20 persen dari harga normal hingga dua kali lipatnya.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 27 April 2021  |  19:42 WIB
Gerai Informa Elektronik di Living World, Alam Sutera - dok. Informa
Gerai Informa Elektronik di Living World, Alam Sutera - dok. Informa

Bisnis.com, JAKARTA — Industri elektronika terancam tidak kembali pulih paruh pertama tahun ini kendati penjualan sudah terpantau tumbuh.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Elektronika (Gabel) Daniel Suhardiman mengatakan pada kuartal I/2021 kinerja industrri elektronika masih belum membaik. Hal itu dikarenakan cuaca yang buruk yang berakibat banjir di sejumlah lokasi sehingga mengganggu penjualan.

Meski begitu, Gabel sebenarnya melihat mulai kuartal II/2021 ini utilisasi sudah menunjukkan perbaikan bahkan menuju posisi sebelum pandemi di 2019.

"Sayangnya, tantangan berat kali ini adalah melonjaknya harga bahan baku yang sudah di luar kendali produsen dan terpaksa harus menaikkan harga jual mulai April ini," katanya kepada Bisnis, Selasa (27/4/2021).

Daniel mengemukakan dengan kondisi di atas produsen saat ini justru tengah khawatir akan berdampak ke penurunan permintaan mulai Mei ke depan. Artinya, jika kekhawatiran tersebut terjadi, hal itu akan menggagalkan tren utilisasi yang trennya menuju pemulihan.

Menurut Daniel, kenaikan bahan baku saat ini cukup bervariasi mulai dari 20 persen dari harga normal hingga dua kali lipatnya. Sewajarnya harga jual pun akan terkerek sebesar 5—10 persen.

"Kali ini berat sekali, produsen hanya bisa usahakan kenaikan seminimal mungkin saja," ujar Daniel

Sebelumnya, Ketua Umum Gabel Oki Widjaya mengatakan tahun lalu secara keseluruhan industri elektronika dan alat-alat rumah tangga turun kurang lebih 40 persen dibandingkan dengan 2019.

Oki mengatakan industri sudah mengalami kesulitan bahkan sejak awal tahun sebelum kasus pertama Covid-19 diumumkan di Indonesia. Kala itu, ketika pandemi bermula di China, industri sudah merasakan dampak kelangkaan pasokan komponen bahan baku.

Oki menyebut untuk industri elektronika dan alat-alat rumah tangga yang ada saat ini Gabel mencatat adanya kelebihan kapasitas karena hanya 60 persen dari kapasitas terpasang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar saat ini. 

"Saat ini banyak pelaku industri elektronika sedang melakukan reengineering untuk dapat mendiversifikasi produk-produk yang dihasilkan misalnya ke produk otomotif," katanya.  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

elektronika gabel
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top