Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi China Lanjutkan Penguatan pada Awal Kuartal II

Penguatan terlihat lebih jelas jika dibandingkan dengan April 2020 atau saat China masih berjuang untuk pulih dan membuka kembali aktivitas bisnis setelah kebijakan lockdown.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 26 April 2021  |  06:56 WIB
Kantor pusat People's Bank of China di Beijing -  Bloomber / Qilai Shen
Kantor pusat People's Bank of China di Beijing - Bloomber / Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonomi China terlihat melanjutkan penguatan pada April dengan kinerja ekspor yang makin solid dan peningkatan keyakinan bisnis, yang mendukung proses pemulihan.

Hal tersebut terlihat dari hasil pengolahan data 8 indikator awal yang dilakukan Bloomberg yang hasilnya masih berada di level ekspansi kuat, tidak berubah dari kondisi pada Maret 2021.

Penguatan juga terlihat lebih jelas jika dibandingkan dengan April 2020 atau saat China masih berjuang untuk pulih dan membuka kembali aktivitas bisnis setelah kebijakan lockdown akibat kasus Covid-19 awal.

Dalam survei Standard Chartered yang dilakukan kepada lebih dari 500 perusahaan terlihat keyakinan usaha di antara para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) naik dalam dua bulan dengan proyeksi yang meningkat, bahkan lebih kuat dibandingkan dengan tiga bulan pertama tahun ini.

"UKM berorientasi ekspor melanjutkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan UKM yang berorientasi domestik dengan hasil produksi dan margin harga yang lebih tinggi," ujar Ekonom Standard Chartered Lan Shen dan Ding Shuang seperti dilansir Bloomberg, Senin (26/4/2021).

Sementara, sektor jasa juga mengejar dengan laju yang lebih cepat dengan dorongan dari sektor transportasi dan logistik, TI, dan jasa industri komersial, sedangkan sektor restoran dan akomodasi belum menunjukkan perbaikan.

Kenaikan beberapa sektor jasa tersebut disebabkan oleh pelonggaran aktivitas bisnis dan program vaksinasi. Kinerja ekspor juga masih kuat di saat permintaan domestik mulai meningkat.

Penguatan permintaan di pasar global juga terlihat dari kinerja ekspor Korea Selatan pada 20 hari di bulan April, yang melonjak lebih dari 45 persen secara tahunan. Kenaikan ini merupakan laju tercepat sejak 2011.

Permintaan global didorong oleh harga komoditas, seperti tembaga yang menyentuh titik tertinggi dalam 9 tahun terakhir pada Februari lalu. Sementara, baja di China menyentuh titik puncak baru.

Pasar modal China juga memperlihatkan kinerja yang lebih tinggi pada April dengan kinerja indeks yang terdiri dari 300 perusahaan di China daratan naik ke level di atas 5.100.

Adapun, penjualan rumah melanjutkan peningkatan pada bulan keempat 2021 walaupun dengan laju yang lebih lambat dari Maret lalu. Pertumbuhan penjualan mobil pada periode yang sama mengalami sedikit perlambatan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china ekonomi china pemulihan ekonomi

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top