Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Thailand Siap Suntik US$12 Miliar, Obat Ekonomi di Masa Pandemi

Dana tersebut akan digunakan untuk merangsang konsumsi lokal dan mempromosikan investasi dan kegiatan ekonomi.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 24 April 2021  |  11:31 WIB
Ilustrasi baht Thailand (Bloomberg)
Ilustrasi baht Thailand (Bloomberg)

Bisnis.com, JAKARTA -- Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-Ocha menyampaikan rencana pemerintah untuk menyuntikkan 380 miliar baht atau senilai US$12 miliar untuk memperkuat ekonomi negara yang sedang menghadapi wabah virus corona terbesar sejauh ini.

“Pemerintah dan saya akan melakukan apa pun untuk mengatasi krisis ini. Saya sangat yakin bahwa kita dapat mengatasi penyakit mengerikan ini,” kata Prayuth, seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (24/4).

Dana tersebut akan digunakan untuk merangsang konsumsi lokal dan mempromosikan investasi dan kegiatan ekonomi, ungkap Prayuth dalam pidato nasional yang disiarkan televisi pada Jumat malam, tanpa memberikan timeline.

Pidato perdana menteri disampaikan setelah negara itu melaporkan lonjakan infeksi Covid-19 harian terbesar, 2.070 kasus pada hari Jumat.

Pemerintah telah mendirikan rumah sakit darurat dan meningkatkan persediaan obat-obatan untuk mempersiapkan lonjakan pasien lanjutan.

Lebih dari 28.000 tempat tidur dan obat-obatan yang cukup tersedia untuk melawan gelombang kasus baru saat ini, kata Prayuth.

Dia juga menjanjikan vaksin tambahan, termasuk 5 juta-10 juta dosis Pfizer Inc, 5 juta-10 juta Sputnik V Rusia, dan 500.000 dosis vaksin Sinovac Biotech yang disumbangkan oleh China. Kapasitas ini di luar 61 juta dosis AstraZeneca dan 2,5 juta dosis vaksin Sinovac yang sudah dipesan.

Wabah Covid-19, yang menyumbang lebih dari sepertiga dari 50.183 kasus Thailand sejauh ini, terjadi ketika negara itu mengambil langkah tentatif untuk membuka kembali pintu pariwisata setelah setahun kontrol perbatasan yang diperketat. Thailand mencatat 121 kematian akibat virus corona.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi thailand Covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top