Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Developer Kawasan Industri Tunggu Realisasi Permintaan yang Tertunda

Kondisi bisnis properti subsektor kawasan industri masih tertekan sepanjang tahun lalu dan harga terkoreksi 4,1 persen. Sepanjang 3 bulan pertama ini harga relatif tak bergerak. Pengelola kawasan industri masih menerapkan kebijakan insentif harga dan cara pembayaran untuk menggenjot penjualan.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 08 April 2021  |  22:48 WIB
Jakarta Industrial Estate Pulogadung di Jakarta Timur. - jiep.co.id
Jakarta Industrial Estate Pulogadung di Jakarta Timur. - jiep.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar kawasan industri masih optimistis pada 2021 meskipun penjualan dan serapan lahan masih sangat kecil pada 3 bulan pertama tahun ini.

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan berdasarkan data sementara yang ada serapan lahan pada kuartal I/2021 masih sangat kecil. Namun, hal ini masih kesimpulan sementara karena beberapa kawasan masih dihitung.

"Beberapa kawasan industri utama tidak mencatatkan penjualan pada kuartal pertama ini. Meskipun demikian, pasar kawasan industri masih optimistis," ujarnya.

Ferry menuturkan beberapa pengelola kawasan industri masih mengerjakan konstruksi lahan, tetapi mereka fokus tetap menjual stok yang ada. "Potensi permintaan yang tertunda masih tinggi," ujarnya.

Harga terkoreksi

Dia menambahkan sepanjang 2020 harga lahan industri terkoreksi 4,1 persen dan sepanjang 3 bulan pertama 2021 praktis tidak terdapat perubahan.

Dengan melihat kondisi yang berkembang sejauh ini, menurut kajian Colliers, tidak terdapat alasan yang cukup kuat bagi developer kawasan industri untuk menaikkan harga untuk 2021 ini.

Meskipun demikian, lanjut Ferry, tentu saja semua itu masih harus melihat bagaimana perkembangannya selama beberapa bulan ke depan.

Hampir dapat dipastikan, sambungnya, developer dan pengelola kawasan industri masih menerapkan kebijakan insentif harga dan cara pembayaran untuk menggenjot penjualan.

Masih cukup kuat

Menurutnya, walaupun kondisi penjualan cukup berat pada awal tahun, kinerja pasar industri masih cukup kuat sepanjang 2021.

Dia mengemukakan para pengelola kawasan harus fokus pada kenaikan tren penyerapan pada sektor berbasis teknologi baik data centre, e-commerce, e-vehicle yang akan memicu kebutuhan untuk high tech specification SFB (standard factory building) ataupun pergudangan untuk pusat distribusi dan tempat penyimpanan.

Industri otomotif, kimia dasar, kesehatan, consumer goods, dan makanan akan tetap konsisten berekspansi. Khusus industri makanan, bisa memicu kebutuhan cold storage yang cukup besar baik untuk penyimpanan dan distribusi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti kawasan industri
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top