Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mudik Lebaran Dilarang, Pengusaha Angkutan Darat Minta Disubsidi

Pengusaha transportasi darat sangat merasakan dampak kebijakan larangan mudik Lebaran tahun lalu.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 28 Maret 2021  |  11:35 WIB
Terminal Bus Jombor di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. - JIBI/Fahmi Ahmad Burhan
Terminal Bus Jombor di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. - JIBI/Fahmi Ahmad Burhan

Bisnis.com, JAKARTA — Masyarakat Transportasi Indonesia meminta agar para pengusaha angkutan darat dapat menerima bantuan subsidi layaknya moda angkutan laut, udara, dan kereta api.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno menyikapi kebijakan pelarangan Mudik Lebaran 2021 yang disampaikan Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PKM) Muhajir Effendi.

"Demi keberlangsungan usahanya, bisnis transportasi umum darat wajib mendapatkan bantuan subsidi seperti halnya moda udara, laut dan kereta," kata Djoko melalui siaran pers, Minggu (28/3/2021).

Dia menyebut pengusaha transportasi darat sangat merasakan dampak kebijakan larangan mudik Lebaran tahun lalu. Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diusulkan Organisasi Angkutan Darat (Organda) tidak ditanggapi serius oleh pemerintah.

Menurut dia, adanya bantuan ke pengemudi transportasi umum selama tiga bulan pada kenyataannya tidak tersalurkan tepat sasaran. Pengemudi ojek justru ikut mendapatkan bantuan tersebut.

"Tidak ada koordinasi dengan Organda setempat. Tidak ada satupun instansi pemerintah memiliki data pengemudi transportasi umum yang benar," ungkapnya.

Di sisi lain, lanjut Djoko, keringanan pajak dan retribusi (PKB, BBNKB, PBB, pajak reklame, UKB, retribusi parkir dan emplasemen) terhadap penyelenggaraan transportasi umum di daerah tidak didapat. Pemda masih menganggap transportasi umum sebagai sumber pendapatan daerah yang potensial.

"Hal lain, Badan Penelitian dan Pengembangan [Balitbang] Perhubungan bekerja sama dengan ITB pada 2020 telah melakukan penelitian atau kajian dampak pandemi Covid-19 terhadap keberlanjutan bisnis transportasi umum darat," tuturnya.

Dia tidak menampik bahwa sejumlah rekomendasi sudah diberikan agar bisnis transportasi umum darat tidak terpuruk ke titik nadir. Namun, yang jadi pertanyaan apakah rekomendasi tersebut sudah dilaksanakan pemerintah.

"Oleh karenanya, sangat diperlukan upaya gotong royong semua instansi pemerintah pusat hingga daerah untuk memberikan bantuan terhadap bisnis transportasi umum darat supaya keberlanjutan bisnis transportasi umum darat tetap terjaga," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

organda Mudik Lebaran
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top