Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KCIC: Kereta Cepat Jakarta–Bandung Bisa Sampai Surabaya

KCIC membuka opsi untuk memperpanjang trase proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung saat ini hingga ke Surabaya.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  17:53 WIB
Aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman
Aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) masih membuka peluang untuk memperpanjang trase proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung saat ini hingga ke Surabaya seperti arahan Presiden Joko Widodo sebelumnya.

Corporate Secretary KCIC Mirza Soraya menyampaikan saat ini fokus KCIC adalah pengembangan Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang sudah berstatus sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional dan merupakan penugasan langsung oleh Kepala Negara.

“Adapun pembangunan kereta cepat oleh KCIC tidak menutup kemungkinan untuk dilanjutkan sampai dengan Surabaya,” ujarnya, Kamis (25/3/20210).

Sebelumnya Chandra Dwiputra yang tak lagi menjabat sebagai Direktur Utama KCIC tetapi masih berada dalam jajaran struktur direksi KCIC menilai guna memuluskan rencana perpanjangan trase tersebut, proyek itu perlu didukung dengan dimasukkan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Sebab, lazimnya bisnis kereta dinilai pembebasan lahan dan prasarana oleh pemerintah, sedangkan PT KAI (Persero) melakukan pengadaan kereta.

Menurutnya arahan dari Presiden Jokowi harus diimplementasikan oleh level menteri dulu termasuk dukungan di proyek PSN karena memerlukan proses pembebasan lahan oleh pemerintah, kemudian prasarana oleh pemerintah. KAI hanya mengadakan keretanya saja. Selain itu hal ini juga akan mengubah skema bisnis yang ada.

Apalagi, kata dia, memang masih banyak hal yang belum dipersiapkan soal kereta cepat Jakarta–Surabaya termasuk aturan dari Kementerian Perhubungan. Dia menginginkan agar bisa mengoperasikan kereta cepat Jakarta–Bandung terlebih dahulu dengan standar yang telah disesuaikan baru lanjut sampai ke Surabaya.

Presiden Joko Widodo telah meminta Presiden Xi Jin Ping agar China bisa melanjutkan keikutsertaan mereka dalam pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung–Surabaya. Pernyataan itu terlontar dari Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan dalam keterangannya pada (14/1/2021).

Luhut menambahkan permintaan dilakukan karena investasi China di Indonesia telah memenuhi pedoman yang telah ditetapkan Indonesia. Pedoman itu adalah, ramah lingkungan, transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, penciptaan nilai tambah dan model kerja sama business to business.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kereta Cepat
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top