Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Cara Perum Perindo Stabilisasi Harga Ikan

Perum Perindo berupaya melakukan stabilisasi harga ikan yang saat ini cenderung mengalami tren kenaikan sejak awal Februari 2021.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 10 Maret 2021  |  15:32 WIB
Ilustrasi. Penjual menyusun dagangan ikan di Pasar Palima Palembang, Sumsel, Sabtu (3/10/2020).  - ANTARA
Ilustrasi. Penjual menyusun dagangan ikan di Pasar Palima Palembang, Sumsel, Sabtu (3/10/2020). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) berupaya melakukan stabilisasi harga ikan yang menunjukkan tren kenaikan sejak awal Februari 2021.

Direktur Operasional Perum Perindo Raenhat Tiranto Hutabarat mengatakan fenomena kenaikan harga ikan karena menurunnya suplai dari nelayan memang terjadi setiap tahunnya. Akan tetapi, hal ini tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

"Solusinya, kami akan bekerja sama dengan Kementerian Kelautan & Perikanan ataupun kementerian teknis lainnya seperti Kementerian Koperasi dan UKM RI, Kementerian Perdagangan sebagai strategi buffer stock ikan melalui prasarana penyimpanan penyangga hasil produksi ikan yang ada. Hal ini diharapkan sebagai patokan stabilitas harga ikan ke depannya," kata Raenhat dalam siaran pers, Rabu (10/3/2021).

Dia menambahkan dalam upaya stabilitas harga ikan ini, Perindo telah bersinergi dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komodoti (Bappebti) di bawah naungan Kementerian Perdagangan, untuk Sistem Resi Gudang (SRG) yaitu sebagai off taker hasil serapan nelayan yang kami tampung melalui penyimpanan ikan atau skema buffer stock.

Raenhat menjelaskan proses sistem resi gudang tersebut disinergikan juga melalui BLULPMUKP, Kementerian Kelautan & Perikanan. Skema penyerapan ikan lainnya Perindo juga kerap bersinergi dengan Kemenko Maritim dan Investasi untuk strategi serapan ikan nelayan melalui sistem aplikasi lelang online agar produksi serapan ikan nelayan terus bertambah dan kebutuhan pangan ikan untuk masyarakat dapat terpenuhi.

Saat ini, dia menuturkan, harga ikan terkatrol 14 persen hingga 25 persen. Bahkan ada kelangkaan ikan tertentu seperti ikan kembung, ikan cakalang, ikan kuwe dan ikan baby tuna. Hal ini lantaran susahnya nelayan mendapatkan jenis ikan tersebut.

Menilik ke harga komoditas hasil laut, peningkatan tajam terdapat pada jenis udang, cumi dan kepiting sebesar 25 persen. Adapun harga udang yang biasanya Rp120.000/kg menjadi Rp160.000/kg. Harga cumi dan dari Rp60.000/kg menjadi Rp80.000/kg.

Selanjutnya harga ikan tongkol naik 14 persen dari Rp21.000/kg menjadi Rp24.000/kg, harga ikan bandeng naik 16 persen dari Rp25.000/kg menjadi Rp30.000/kg. Harga ikan tenggiri lompat 18 persen dari Rp53.000/kg menjadi Rp65.000/kg.

Sementara itu, harga ikan bawal yang semula Rp50.000/kg menjadi Rp55.000/kg. Adapun ikan kembung yang biasanya Rp25.000/kg menjadi Rp35.000 hingga Rp40.000/kg.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perindo
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top