Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Maskapai Gratiskan Rapid Antigen, Strategi Tanpa Turunkan Tarif Tiket?

Lion Air sebelumnya sudah menyediakan layanan gratis untuk uji kesehatan antigen di 6 rute penerbangannya mulai 22 Februari 2021 hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 09 Maret 2021  |  08:26 WIB
Warga antre saat akan melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19, di area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (18/12/2020). Pengelola Bandara Ngurah Rai Bali mulai Jumat (18/12) menyediakan layanan Rapid Test Antigen setelah sebelumnya telah menyediakan layanan Rapid Test Antibodi yang dapat digunakan sebagai salah satu syarat untuk melakukan perjalanan. - ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Warga antre saat akan melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19, di area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (18/12/2020). Pengelola Bandara Ngurah Rai Bali mulai Jumat (18/12) menyediakan layanan Rapid Test Antigen setelah sebelumnya telah menyediakan layanan Rapid Test Antibodi yang dapat digunakan sebagai salah satu syarat untuk melakukan perjalanan. - ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA – Langkah Grup Lion Air dan PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) menggratiskan tes kesehatan rapid antigen kepada penumpang di sejumlah rute penerbangan dinilai merupakan langkah yang lebih solutif mendongkrak pergerakan masyarakat dibandingkan dengan menurunkan tarif tiket pesawat.

Pemerhati penerbangan Alvin Lie menilai langkah tersebut sebagai upaya menurunkan biaya perjalanan kepada penumpang tanpa harus menurunkan tarif tiket.

Alhasil dengan strategi tersebut nominal tarif tiket tidak perlu diubah tetapi bagi penumpang biaya perjalanan secara total bisa berkurang. Sebagai gambaran, selama ini tarif tes antigen yang ditanggung per penumpang cukup mahal dalam rentang Rp170.000 hingga lebih dari Rp200.000.

“Bagi maskapai ini juga dilematis dengan menurunkan harga tiket juga belum tentu penumpangnya datang. Tapi kalau mau menaikkan tarif lagi nantinya lebih sulit. Sekali menurunkan tarif akan sulit naik lagi. Jadi ini [menggratiskan rapid antigen] langkah elegan menurunkan biaya perjalanan penumpang tanpa harus menurunkan harga tiket,” ujarnya, Selasa (9/3/2021).

Selain itu, Alvin berpendapat maskapai bisa mendapatkan biaya antigen yang jauh lebih murah dibandingkan dengan yang dikenakan kepada penumpang perorangan. Karena itu, strategi menggratiskan rapid antigen menjadi solusi yang win-win.

Namun, rencana ini juga mendapat tantangan dengan kebijakan baru bagi penumpang pesawat yang mulai diberlakukan pada April nanti. Diantaranya penumpang pesawat dapat memilih alternatif GeNose sebagai pengganti rapid antigen yang biayanya jauh lebih murah.

“Apakah akan berlanjut[gratis rapid antigen] kita lihat dengan perubahan kebijakan pemerintah,” tekannya.

Lion Air sebelumnya lebih dahulu menyediakan layanan gratis untuk uji kesehatan antigen (Rapid Test Antigen Corona Virus Disease 2019 Covid-19) di 6 rute penerbangannya mulai 22 Februari 2021 hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Kemudian kebijakan pada akhir Februari 2021 tersebut berlanjut hingga layanan gratis uji kesehatan antigen di 14 kota tujuan domestik berlaku mulai 3 Maret 2021 hingga pemberitahuan lebih lanjut (until further notice/ UFN).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri penerbangan Rapid Test
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top