Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IATA Siapkan Travel Pass, Apa Itu?

IATA mulai mempersiapkan maskapai dan industri penerbangan ketika pemerintah di berbagai belahan dunia melonggarkan pembatasan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 08 Maret 2021  |  17:26 WIB
Penumpang menunggu jadwal penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/12). - Bisnis/Rachman
Penumpang menunggu jadwal penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/12). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (IATA) sedang menyiapkan IATA Travel Pass. Ini akan membantu penumpang dan maskapai penerbangan mengelola kredensial kesehatan wisatawan.

CEO IATA Alexandre de Juniac mulai mempersiapkan maskapai dan industri penerbangan ketika pemerintah di berbagai belahan dunia melonggarkan pembatasan. IATA tengah berkoordinasi meminta sejumlah pemerintah untuk membagikan rencana dan tolok ukur bagi pembukaan wilayahnya.

Juniac juga dapat memahami rencana pemerintah tersebut penting karena untuk memulai kembali penerbangan tidak semudah mengklik tombol. Maskapai perlu menyiapkan kru dan pesawatnya.

“Setelah satu tahun pembatasan, kondisi ini membutuhkan pemeriksaan pesawat dan koordinasi. Selain itu, maskapai penerbangan juga membutuhkan waktu untuk memasarkan layanan potensial sehingga dapat memulai kembali operasi dengan  sejumlah penumpang,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (8/3/2021).

Juniac memahami bahwa ada banyak pekerjaan yang berharap agar maskapai bisa segera memulai kembali operasi, setelah otoritas setempat mengizinkannya. Menurutnya bagian penting dari persiapan tersebut adalah IATA Travel Pass. 

Namun, dia menegaskan IATA Travel Pass bukanlah paspor vaksin tetapi penyimpanan data tes kesehatan yang sudah dilakukan oleh masing-masing warga negara. Data itu dapat menampung data vaksin, jika pemerintah di sejumlah negara membutuhkannya.

Selain itu, de Juniac menekankan IATA tidak meminta vaksinasi menjadi persyaratan. Menurutnya persyaratan vaksinasi merupakan keputusan pemerintah dan bukan maskapai penerbangan. 

Sebab, kata dia, ada populasi signifikan yang tidak dapat atau tidak divaksinasi. Secara praktis, pihaknya sedang mempersiapkan bersama dengan pemerintah untuk menggunakan kombinasi pengujian dan vaksinasi dalam membuka kembali perbatasan.

“Kami membutuhkan solusi digital untuk mengelola kebutuhan dokumen kesehatan. Dokumen manual [kertas] bisa menjadi back up. Check-in tradisional dengan dokumentasi kertas bisa menjadi pilihan, tetapi itu tidak bisa menjadi opsi utama,” imbuhnya.

Kehadiran IATA Travel Pass diharapkan menjadi standar umum yang diperlukan untuk mendokumentasikan tes kesehatan dan vaksin. Untuk sementara waktu, IATA dapat mengakomodasi sertifikat digital yang dikeluarkan oleh pemerintah yang menginginkan pembukaan aktivitas penerbangan internasional lebih awal.

“Ini adalah diskusi yang tepat mengingat inisiatif Komisi Uni Eropa untuk mengembangkan kartu digital bersama. Kami tidak percaya bahwa vaksin harus menjadi persyaratan untuk terbang. Tetapi jika UE [Uni Eropa] benar-benar menerapkan mandat vaksin, harus ada standar umum untuk ini di seluruh UE,” tegasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri penerbangan iata Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top