Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Polisi Hong Kong Tangkap 12 Orang karena Terlibat Pompom Saham

Kepolisian Hong Kong melakukan operasi gabungan dengan Komisi Sekuritas dan Bursa Berjangka (SFC) melakukan penahanan atas tuduhan manipulasi pasar, pencucian uang, dan penipuan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 Maret 2021  |  18:36 WIB
Salah satu layar perdagangan di bursa saham China. - Bloomberg
Salah satu layar perdagangan di bursa saham China. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Kepolisian Hong Kong menangkap 12 orang pada Jumat (5/3/2012) karena diduga melakukan praktek manipulasi harga saham dan pencucian uang.

Dilansir Bloomberg, Kepolisian Hong Kong mengumumkan bahwa operasi gabungan dengan Komisi Sekuritas dan Bursa Berjangka (SFC) berhasil menyita aset senilai HK$900 juta (US$116 juta) dan menangkap 7 pria dan 5 wanita.

Mereka ditahan atas tuduhan manipulasi pasar, pencucian uang, dan penipuan.

Penangkapan tersebut didasarkan atas dugaan skema manuplasi atau "ramp and dump". Dengan skema ini, para tersangka memborong saham dengan harga rendah kemudian menggembar-gemborkan di media sosial. Setelah harga naik signifikan, mereka melepas kepemilikan saham dan mendulang keuntungan.

Praktek yang juga disebut pompom saham ini membuat investor lain yang membeli dengan harga yang sudah tinggi mengalami kerugian. Aksi ini menargetkan investor di Hong Kong dan China daratan.

Polisi dan SFC menggeledah rumah-rumah di distrik Peak, Central, dan Wan Chai serta beberapa kantor sekuritas yang terletak di Pulau Hong Kong. Sekitar 27 tempat menjadi sasaran dalam penggerebekan yang melibatkan 160 petugas dari polisi dan regulator.

Kepala eksekutif SFC Ashley Alder mengatakan pelaku pompom biasanya mengincar emiten dengan harga saham yang murah dan volume transaksi yang rendah.

Alder mengatakan otorits bursa Hong Kong pada November mengusulkan untuk menaikkan persyaratan keuntungan. Reformasi ini dapat menurunkan kemungkinan emiten digunakan untuk penipuan.

“Implikasi dari peningkatan ambang tersebut lebih jauh dari sekadar pertanyaan tentang skema pompom," ujar Alder, seperti dikutip Bloomberg.

Tahun lalu, terdapat 510 kasus penipuan investasi dengan nilai HK$856 juta, Jumlah kasus ini lebih rendah dibandingkan tahun 2019 dengan 300 kasus, namun nilainya mencapai HK$1,25 miliar.

Pada bulan Januari, polisi menangkap tujuh staf dan mantan staf bank di Hong Kong tersebut dalam kasus dugaan pencucian uang yang melibatkan aliran uang senilai HK$6,3 miliar selama empat tahun terakhir.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manipulasi bursa hong kong

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top