Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsumsi Belum Pulih, Inflasi Februari 2021 Melambat

Inflasi pada periode laporan Februari ini didorong oleh inflasi inti dan administered price atau harga yang diatur pemerintah. Adapun, volatile price atau harga bergejolak juga tercatat mengalami deflasi.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 01 Maret 2021  |  11:54 WIB
Karyawan menata buah yang di pajang di salah satu super market di Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan menata buah yang di pajang di salah satu super market di Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Februari 2021 adalah sebesar 0,10 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).

Secara tahunan, inflasi pada Februari 2021 tercatat sebesar 1,38 persen (year-on-year/yoy) dan secara tahun kalender sebesar 0,36 persen (year-to-date/ytd).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan berdasarkan komponennya, inflasi pada periode laporan Februari ini didorong oleh inflasi inti dan administered price atau harga yang diatur pemerintah. Adapun, volatile price atau harga bergejolak juga tercatat mengalami deflasi.

“Harga bergejolak mengalami deflasi 0,01 persen, sementara inflasi inti 0,11 persen dan memberikan sumbangan ke inflasi dengan andil 0,07 persen,” katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (1/3/2021).

Meski demikian, Suhariyanto mengatakan inflasi inti Februari 2021 yang sebesar 0,11 persen tercatat lebih lambat jika dibandingkan dengan periode Januari 2021.

Bahkan dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020, inflasi inti pada Februari 2021 secara tahunan tercatat jauh lebih rendah.

“Inflasi inti tahunan 1,53 persen yoy, jauh lebih rendah dibanding Februari 2020 yang pada waktu itu sebesar 2,76 persen,” jelasnya.

Suhariyanto mengatakan, inflasi yang lebih lambat pada Februari 2021 menunjukkan dampak dari pandemi Covid-19 belum reda serta permintaan domestik masih lemah.

“Dari sisi supply, berbagai bahan makanan terjaga, tapi permintaan cenderung lemah, ini jadi tantangan bagaimana kita memperkuat konsumsi rumah tangga ke depan,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi BPS konsumsi
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top