Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awas Efek Pandemi Covid-19 Masih Kuat, BPS Laporkan Inflasi Inti Melambat

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan inflasi inti Februari sebesar 0,11 persen, lebih lambat dari Januari 2021 maupun Februari 2020. 
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 01 Maret 2021  |  11:29 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto memberikan keterangan saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/7 - 2020).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto memberikan keterangan saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/7 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi inti mengalami penurunan akibat dampak pandemi yang masih membebani aktivitas masyarakat. 

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan inflasi inti Februari sebesar 0,11 persen, lebih lambat dari Januari 2021 maupun Februari 2020. 

"Inflasi inti tahunan 1,53 persen jauh lebih rendah dibanding Februari 2020 yang pada waktu itu 2,76 persen," tegasnya, Senin (1/3/2021).

Penurunan inflasi inti pada Februari ini dipengaruhi oleh kenaikan harga ikan segar yang memberikan andilinflasi 0,02 persen dan kenaikan upah asisten rumah tangga dengan andil 0,01 persen. Di sisi lain, harga emas juga memberikan andil deflasi terhadap inflasi.

Adapun, inflasi Februari tercatat sebesar 0,10 persen (month to month/mtm) dan 1,53 persen (year on year/yoy). 

Menurut Suhariyanto, laju inflasi ini lebih lambat dari bulan sebelumnya juga lebih lambat dari bulan yang sama tahun sebelumnya. "Sehingga kita liat dampak pandemi belum reda dan permintaan domestik belum naik," ujarnya. 

Dari catatan BPS, harga bergejolak mengalami deflasi 0,01 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPS inflasi inti Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top