Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Beli Rumah atau Bangun Sendiri, Mana Lebih Untung?

Milenial saat ini mewakili kelompok pembeli rumah terbesar. Selama bertahun-tahun, agen dan pengembang real estat telah mengantisipasi masuknya generasi milenial ke dalam pasar perumahan.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  15:18 WIB
Ilustrasi pembangunan perumahan. - Istimewa
Ilustrasi pembangunan perumahan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Milenial saat ini mewakili kelompok pembeli rumah terbesar. Selama bertahun-tahun, agen dan pengembang real estat telah mengantisipasi masuknya generasi milenial ke dalam pasar perumahan.

Kebutuhan terus meningkat, bahkan pemerintah agak kesulitan untuk mengimbangi backlog atau kesenjangan antara permintaan dan pasokan hunian.

Pembeli rumah milenial yang sedang mencari kandidat untuk rumah pertamanya akan lebih dulu melakukan lokasi ideal, kemudian mereka akan menyisir setiap pilihan berdasarkan kemampuan finansial karena harga yang tinggi dan pilihan rumah yang terbatas di sebagian besar pasar.

Dari segi kemampuan, secara umum belum semua generasi milenial mampu untuk membeli rumah sehingga banyak dari mereka yang memilih skema sewa.

Bagi yang mampu membeli rumah sendiri, pada salah satu prosesnya mereka dihadapi dengan pilihan bangun rumah sendiri atau beli dari developer.

Manager Research & Advisory Coldwell Banker Commercial Angra Angreni melihat bahwa generasi milenial punya tendensi untuk mengambil cara yang paling praktis dan fleksibel.

Meski untuk mengukur cara mana yang paling ideal sangat bergantung pada preferensi dan kemampuan finansial setiap calon pembeli, Angra merekomendasikan untuk membeli rumah pertama melalui pengembang.

"Secara pribadi saya melihat ini cara yang paling ideal. Ada banyak keuntungannya," ujarnya kepada Bisnis.

Dari satu sisi, membeli rumah dari pengembang cukup praktis, apalagi sebagai milenial yang hari-harinya disibukkan dengan pekerjaan. Langkah ini dapat menghemat banyak waktu.

Selain itu, menurut Angra, membeli rumah dari pengembang kita tidak perlu repot memikirkan pengurusan legalitas atau konstruksi karena semua sudah diatasi penjual.

Kemudian, pengembang biasanya menawarkan banyak opsi pembayaran yang dapat disesuaikan dengan kapasitas finansial masing-masing calon pembeli.

"Dari sisi harga memang bangun sendiri lebih ekonomis, namun ada faktor kontingensi seperti extra budget yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai proyek sendiri," tutur Angra.

Dari perspektif pengembang, Direktur dan salah satu pendiri PT Perintis Triniti Properti Tbk (Triniti Land) Bong Chandra menyampaikan bahwa ada lebih manfaat ketika konsumen membeli rumah dari pengembang.

Selain praktis, pembelian properti melalui pengembang memberikan konsumen opsi pembayaran yang lebih fleksibel dan disesuaikan dengan kapasitas finansial konsumen.

Dari segi teknis, Bong Chandra menyebutkan konstruksi yang dilakukan oleh pengembang biasanya mengutamakan kualitas dengan pengawasan yang lebih ketat.

"Umumnya pengembang akan bekerja sama dengan kontraktor ternama apalagi untuk pengerjaan bulk deal, di atas 50 hingga 100 rumah," tuturnya.

Dia juga menyampaikan bahwa dengan kebutuhan rumah pertama untuk konsumen milenial saat ini dapat dipenuhi pula dengan metode rentvesting.

Rentvesting adalah strategi memiliki rumah di mana Anda menyewa properti untuk dihuni yang sesuai dengan gaya hidup, sementara itu Anda juga memiliki investasi properti yang sesuai dengan anggaran Anda.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top