Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aprindo: Daftar Positif Investasi Undang Investor ke Ritel Modern

Penyusunan daftar positif investasi diharapkan dapat diimbangi dengan penyerapan tenaga kerja di sektor ritel.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  06:02 WIB
Suasana tenan makanan yang sepi di salah satu pusat perbelanjaan usai adanya anjuran untuk menjaga jarak sosial dan beraktivitas dari rumah untuk mencegah penyebaran virus corona di Jakarta, Senin (23/3/2020). Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) juga memprediksi penurunan penjualan ritel kuartal pertama 2020 turun hingga 0,4 persen dibanding dengan kuartal pertama tahun lalu. Bisnis - Nurul Hidayat
Suasana tenan makanan yang sepi di salah satu pusat perbelanjaan usai adanya anjuran untuk menjaga jarak sosial dan beraktivitas dari rumah untuk mencegah penyebaran virus corona di Jakarta, Senin (23/3/2020). Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) juga memprediksi penurunan penjualan ritel kuartal pertama 2020 turun hingga 0,4 persen dibanding dengan kuartal pertama tahun lalu. Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey menilai daftar positif investasi (DPI) yang disusun pemerintah sebagai turunan UU No. 11/2021 tentang Cipta Kerja diyakini otomatis mengundang investor asing ke sektor ritel modern. 

Menurutnya, DPI yang memasukkan sejumlah produk-produk ritel ke dalam daftar positif investasi menjadi kesempatan bagi pelaku usaha ritel modern untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis.

"Dengan luasnya Indonesia, peran serta pemodal asing bisa lebih mengakselerasi pertumbuhan ritel di indonesia. Bahkan, kami berharap bisa membuka gerai di negara asal investor," ujar Roy kepada Bisnis, Rabu (24/2/2021).

Selain mendatangkan investasi, lanjutnya, disusunnya daftar positif investasi diharapkan juga diimbangi dengan penyerapan tenaga kerja sehingga modal bisa masuk dengan asas saling menguntungkan antara investor dan pelaku usaha.

Sebagai informasi, terdapat 48 bidang usaha dengan persyaratan tertentu dalam DPI, di antaranya sektor penyiaran, angkutan laut, industri minuman, biro perjalanan ibadah, perdagangan eceran kaki lima, serta minuman keras atau beralkohol.

Roy menambahkan kemitraan perusahaan besar dengan UMKM yang berarti pemodal asing wajib bermitra dengan UMKM pada sektor tertentu juga menjadi hal lain yang dapat mendorong bangkitnya sektor ritel modern.

Perlu diketahui, kemitraan antara pemodal asing dan UMKM merupakan persyaratan awal bagi investor. Tanpa kemitraan dengan UMKM, maka investor asing dipastikan tidak bisa menanamkan modal. 

Kebijakan tersebut diharapkan membantu realisasi investasi langsung tahun ini yang ditargetkan oleh Bappenas sebesar Rp856 triliun dan perintah lisan dari Presiden Joko Widodo sebesar Rp900 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi ritel modern Daftar Positif Investasi
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top