Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ada Anomali, Konsumsi Semen Nasional Anjlok Awal 2021

Konsumsi semen pada awal 2021 melanjutkan tren penurunan konsumsi awal tahun. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) melihat ada anomali dalam konsumsi semen awal tahun ini.
Pekerja memindahkan semen Tonasa (Semen Indonesia Group) ke atas kapal di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (10/6)./Bisnis-Paulus Tandi Bone
Pekerja memindahkan semen Tonasa (Semen Indonesia Group) ke atas kapal di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (10/6)./Bisnis-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mendata konsumsi semen pada awal 2021 melanjutkan tren penurunan konsumsi awal tahun. Namun demikian, asosiasi melihat ada anomali dalam konsumsi semen awal tahun ini.

Ketua Umum ASI Widodo Santoso mendata konsumsi di penjuru negeri bergerak di zona merah kecuali di Pulau Sumatra yang tumbuh sekitar 2,9 persen secara tahunan menjadi 1,10 juta ton. Namun demikian, konsumsi semen yang minus di Pulau Jawa hingga 4,2 persen menjadi 2,72 juta ton membuat konsumsi nasional merosot.

"Konsumsi dalam negeri masih belum menggemirakan atau turun 5,8 persen terhadap Januari tahun lalu. [Konsumsi di daerah Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua semuanya negatif. Tidak ada kenaikan," katanya kepada Bisnis, Selasa (23/2/2021).

ASI mendata penurunan konsumsi terbesar secara persentase terjadi di wilayah Maluku dan Papua atau anjlok 27,7 persen menjadi 149.697 ton. Namun demikian, penurunan konsumsi terbesar secara volume tetap dipimpin oleh Pulau Jawa yang lebih rendah sekitar 4,2 persen secara tahunan atau sekitar 120.555 ton.

Sementara itu, konsumsi semen di Pulau Sulawesi turun 8,9 persen menjadi 421.335 ton. Adapun, konsumsi di Pulau Kalimantan merosot hingga16,9 persen menjadi 282.092 ton, sedangkan di kawasan Bali dan Nusa Tenggara anjlok hingga 20,5 persen menjadi 219.435 ton.

Secara total, konsumsi semen di dalam negeri per Januari 2021 hanya mencapai 4,9 juta ton atau merosot 5,8 persen secara tahunan.

Namun demikian, volume ekspor semen per Januari 2021 sebesar 117.968 ton atau tumbuh 71,3 persen, sedangkan realisasi ekspor clinker mencapai 799.720 ton atau melesat 160,2 persen. Alhasil, volume ekspor industri semen nasional naik 143,94 persen menjadi 917.688 ton.

"Industri semen berhasil meningkatkan ekspor naik dua kali lipat lebih, sehingga total penjualan sebesar 5,82 juta ton atau naik 4,3 persen," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Andi M. Arief
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper