Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi Belanja Pemerintah di Januari Rp145,8 Triliun, Sri Mulyani: Awal yang Baik

Realisasi belanja negara pada Januari 2021 mencapai Rp145,8 triliun, atau 5,3 persen target APBN 2021, terutama didorong oleh belanja modal, bansos, dan program pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  19:39 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat mengikuti rapat kerja antara Komisi XI DPR RI dengan pemerintah di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat mengikuti rapat kerja antara Komisi XI DPR RI dengan pemerintah di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa realisasi belanja pemerintah pada awal tahun 2021 tercatat meningkat lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya.

“[Peningkatan belanja pemerintah] menunjukkan awal yang baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya, Selasa (23/2/2021).

Sri Mulyani merincikan, realisasi belanja negara pada Januari 2021 mencapai Rp145,8 triliun, atau 5,3 persen target APBN 2021, terutama didorong oleh belanja modal, bansos, dan program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Jika dirincikan, realisasi belanja pemerintah pusat per 31 Januari 2021 mencapai Rp94,7 triliun, atau 4,8 persen target APBN 2021, lebih tinggi 32,4 persen dari periode yang sama tahun lalu. 

“Yang paling penting di dalam APBN Januari adalah sisi belanja APBN karena APBN instrumen fiskal yang melakukan akselerasi pemulihan, dan terlihat di dalam belanjanya, semuanya positive growth dibandingkan Januari tahun lalu,” jelasnya.

Kemenkeu mencatat, belanja kementerian dan lembaga (K/L) mengalami peningkatan sebesar 55,6 persen pada periode Januari 2021, salah satunya didorong peningkatan belanja modal dan bansos yang signifikan.

Realisasi belanja modal tercatat mencapai Rp11,9 triliun, tumbuh 539,4 persen secara tahunan, utamanya berasal dari belanja modal untuk proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan, irigasi, dan jaringan Kementerian PUPR, serta belanja modal peralatan dan mesin untuk Polri.

Di samping itu, belanja bansos meningkat 51,4 persen dari penyaluran bansos tunai dan percepatan pencairan kartu sembako Februari yang dilakukan pada Januari. Di sisi lain, belanja nonK/L tercatat tumbuh 14,8 persen, didorong oleh belanja pensiun/jaminan kesehatan ASN dan subsidi energi.

Sementara, realiasi Transfer Ke Daerah dan Dana desa (TKDD) hingga akhir Januari 2021 mencapai Rp51,1 triliun, tumbuh negatif 25,3 persen secara tahunan. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan pagu Dana Alokasi Umum (DAU) di tahun anggaran 2021 dan belum lengkapnya persyaratan penyaluran yang dipenuhi oleh Pemda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani belanja pemerintah
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top