Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gara-Gara Pandemi, Utilisasi Waskita Beton Precast (WSBP) Anjlok Tahun Lalu

Anjloknya utilisasi pabrikan disebabkan oleh penundaan pengerjaan proyek eksisting maupun tender proyek baru.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  18:02 WIB
Beton tetrapod buatan PT Waskita Beton Precast Tbk. Beton tersebut digunakan untuk proyek pengaman pantai di Singapura. - waskitabeton
Beton tetrapod buatan PT Waskita Beton Precast Tbk. Beton tersebut digunakan untuk proyek pengaman pantai di Singapura. - waskitabeton

Bisnis.com, JAKARTA - PT Waskita Beton Precast Tbk. menyatakan pandemi Covid-19 membuat utilisasi perseroan anjlok ke bawah level 30 persen pada tahun lalu. Alhasil, biaya tetap pabrikan melonjak sepanjang 2020.

Corporate Communication Waskita Beton Siti Fathia Maisa mendata utilisasi perseroan pada 2020 hanya sekitar 795.400 dengan utilisasi pabrikan di level 21,5 persen. Menurutnya, anjloknya utilisasi pabrikan disebabkan oleh penundaan pengerjaan proyek eksisting maupun tender proyek baru.

"[Penurunan utilisasi pabrikan] salah satunya juga dikarenakan penurunan anggaran pemerintah pada sektor infrastruktur yang berdampak ke sektor industri pracetak. Hal tersebut menyebabkan jumlah volume produksi pada 2020 menurun," katanya kepada Bisnis, Senin (22/2/2021).

Siti berujar penanganan melesatnya biaya produksi dilakukan dengan cara mengintegrasikan beberapa pabrik menjadi satu kendali manajemen. Adapun, strategi tersebut dijalankan oleh manajemen baru hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) 2020.

Paralel, Siti mengatakan pihaknya juga mulai menggarap pasar eksternal dengan menjual segala keunggulan sumber daya yang dimiliki perseroan. Oleh karena itu, Siti menargetkan utilisasi Waskita Beton naik menembus level 58 persen pada 2021.

Sebelumnya, Waskita Beton menyatakan akan mengintegrasikan pengendalian pabrik yang berdekatan di wilayah Jawa Barat. Adapun, integrasi tersebut meliputi pengelolaan bahan baku, sumber daya manusia, serta peralatan yang digunakan.

Dari laman resmi perseroan, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk. ini setidaknya memiliki 5 pabrik di Jawa Barat yaitu di Subang, Kalijati, Sadang, Karawang, dan Cibitung.

Dari lokasi geografis, terdapat 4 pabrik yang berlokasi berdekatan yaitu pabrik di Subang, Kalijati, Sadang, dan Karawang. Adapun, di pabrik Subang perseroan memproduksi Spun Pile, CCSP, FCSP, dan Girder.

Di pabrik Kalijati yang berkapasitas produksi 250.000 ton per tahun dengan kapasitas batching plant sebesar 80 meter kubik per jam, WSBP memproduksi produk dengan mutu K-600, K-550, dan K-350.

Sementara di pabrik Sadang, perseroan memproduksi Spun Pile. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi sebesar 350.000 ton per tahun.

Selain Spun Pile, di pabrik Sadang juga diproduksi PC-I Girder, PC-T Girder, PC-U Girder, Square Pile, FCSP (Flat Concrete Sheet Pile), dan CCSP (Corrugated Concrete Sheet Pile).

Sedangkan di pabrik Karawang, WSBP menyediakan beton cetak dan pracetak, Box Girder, serta Spun Pile 1.200 mm. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 575.000 ton per tahun.

Selain di Jawa Barat, WSBP juga memiliki pabrik di Klaten (Jawa Tengah), Sidoarjo (Jawa Timur), Bojonegara (Banten), dan Gasing (Sumatera Selatan).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur beton waskita beton precast
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top