Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh, Dampak Cuaca Ekstrem AS Meluas ke Komoditas Pertanian

Dampak dari cuaca buruk, pengiriman komoditas seperti jagung dan kedelai terganggu, sementara pabrik daging ditutup dan produksi etanol menjadi terbatas.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  13:46 WIB
Cuaca ekstrem melanda Amerika Serikat yang berdampak pada penurunan produksi minyak dan mengganggu ketersediaan pasokan listrik.  - Bloomberg
Cuaca ekstrem melanda Amerika Serikat yang berdampak pada penurunan produksi minyak dan mengganggu ketersediaan pasokan listrik. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Dampak cuaca ekstrem yang telah menyebabkan krisis energi di Amerika Serikat meluas ke sektor pertanian. Pengiriman komoditas seperti jagung dan kedelai terganggu, sementara pabrik daging ditutup dan produksi etanol menjadi terbatas.

Para pedagang mengatakan semakin sulit untuk mengirimkan biji-bijian ke pelabuhan di Pacific Northwest dan cuaca yang beku membatasi navigasi di Sungai Illinois.

Dilansir Bloomberg, Rabu (17/2/2021), menurut para pedagang yang enggan disebutkan namanya, biaya energi melonjak, mendorong beberapa pabrik pengolahan etanol dan kedelai melambat.

Cargill Inc. membatasi penggunaan energi sementara Archer-Daniels-Midland Co. memperlambat produksi di beberapa lokasi karena kekurangan gas. Tyson Foods Inc. adalah salah satu produsen daging yang terpaksa menutup pabriknya di Texas.

Udara beku yang mengepung bagian tengah AS datang tepat ketika China sedang mengimpor komoditas pangan dari AS.

Pengimpor komoditas terbesar di dunia itu telah membeli jagung dalam jumlah rekor, sementara pengapalan kedelai mengalami percepatan tertinggi dalam tiga dekade.

Adapun pengiriman gabungan jagung dan kedelai AS naik ke puncak baru pada kuartal keempat, didorong oleh China.

"Saya mendengar tentang penundaan pengiriman kedelai dan biji-bijian karena cuaca musim dingin yang ekstrem," kata Mike Steenhoek, Direktur Eksekutif kelompok lobi Koalisi Transportasi Kedelai di Iowa.

Dia melanjutkan, berbagai testimoni menunjukkan perjalanan ke Pacific Northwest sebagai tantangan terbesar saat ini. Sebagian besar biji-bijian yang dikirim ke pelabuhan Pacific Northwest harus menghadapi tumpukan es yang membendung rel kereta.

Cuaca dingin yang ekstrem juga berdampak pada efisiensi sistem pengereman kereta, yang pada akhirnya mengurangi kapasitas sehingga membutuhkan lebih banyak lokomotif.

Beberapa pabrik pengolahan kedelai dan etanol juga memperlambat produksi karena melonjaknya biaya energi.

"Kami telah mendengar dari banyak produsen di sini dalam beberapa hari terakhir bahwa banyak dari mereka harus turun hingga 50 persen hingga 60 persen dari tarif normal mereka karena mereka mencoba untuk menghemat gas alam," kata Geoff Cooper, kepala eksekutif Asosiasi Bahan Bakar Terbarukan.

Cargill, pedagang komoditas pertanian terbesar di dunia, mengurangi penggunaan energinya dan bekerja sama dengan pemasok serta pelanggan untuk meminimalkan gangguan.

“Kami secara sukarela melakukan bagian kami untuk mengurangi penggunaan kami guna membantu negara-negara bagian melewati cuaca dingin ini,” kata Cargill

Archer-Daniels-Midland Co (ADM) mengatakan, pihaknya memperlambat produksi di beberapa lokasi karena pasokan gas berkurang.

Perusahaan yang berbasis di Chicago itu juga menghentikan sementara beberapa elevator biji-bijian, menyesuaikan beberapa rute transportasi dan mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk karyawan yang mungkin terpapar cuaca selama hari kerja.

Sementara itu, para peternak sapi perah juga terpukul, dalam beberapa kasus terpaksa membuang susu yang tidak bisa mereka pasarkan.

Pam Selz-Pralle, pemilik Selz-Pralle Dairy di Clark County, Wisconsin, yang memiliki 470 sapi perah, mengatakan tidak dapat mendistribusikan hasil olahannya karena salju menutupi jalanan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat pertanian cuaca ekstrem musim dingin
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top