Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Penyebab Kinerja Perdagangan Kuartal IV/2020 Masih Negatif

BPS menjelaskan faktor yang menyebabkan kinerja sektor perdagangan Indonesia pada kuartal IV/2020 masih menunjukkan angka negatif.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 05 Februari 2021  |  11:30 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto memberikan penjelasan di sela-sela sosialisasi Satu Data Indonesia Menuju Revolusi Industri 4.0 di Jakarta, Senin (26/11/2018). Bisnis - Dedi Gunawan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto memberikan penjelasan di sela-sela sosialisasi Satu Data Indonesia Menuju Revolusi Industri 4.0 di Jakarta, Senin (26/11/2018). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor perdagangan di Tanah Air kembali menunjukkan kinerja yang negatif pada kuartal IV/2020 dengan mengalami kontraksi sebesar -3,64 persen secara kuartal.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan kontraksi yang dialami sektor perdagangan pada kuartal IV/2020 disebabkan oleh dua fenomena.

Pertama, belum pulihnya suplai barang domestik maupun impor; kedua, penjualan mobil dan sepeda motor turun dibandingkan dengan penjualan tahun sebelumnya.

"Berbagai faktor tersebut yang membuat sektor perdagangan masih mengalami kontraksi," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/2/2021).

Secara lebih terperinci, perdagangan mobil, sepeda motor, dan reparasinya mengalami kontraksi sebesar 9,71 persen pada kuartal IV/2020.

Sementara untuk perdagangan besar dan eceran bukan mobil dan sepeda motor mengalami kontraksi yang lebih rendah, yakni sebesar 2,19 persen.

Namun demikian, kinerja sektor perdagangan pada kuartal keempat tahun lalu masih lebih baik jika dibandingkan dengan kuartal III/2020, di mana kontraksi yang dialami sebesar -5,05 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perdagangan BPS
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top