Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Refocusing Anggaran PUPR Membidik Paket yang Masih Tahap Studi

Kementerian PUPR juga akan memprioritaskan pembangunan beberapa bendungan dengan proses penyiapan lahan yang mudah. 
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 04 Februari 2021  |  15:23 WIB
Foto udara proyek Bendungan Cipanas di Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (21/7/2020). Pemerintah menargetkan pembangunan Bendungan Cipanas yang merupakan proyek strategis nasional dengan volume tampungan air sebesar 250 juta meter kubik tersebut akan rampung pada 2022 mendatang. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi
Foto udara proyek Bendungan Cipanas di Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (21/7/2020). Pemerintah menargetkan pembangunan Bendungan Cipanas yang merupakan proyek strategis nasional dengan volume tampungan air sebesar 250 juta meter kubik tersebut akan rampung pada 2022 mendatang. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan memilih paket konstruksi yang masih dalam tahap studi untuk menjadi sasaran refocusing anggaran 2021. 

Direktur Bendungan dan Danau Kementerian PUPR Airlangga Mardjono mengatakan bahwa pihaknya masih akan membangun sekitar 48 bendungan sepanjang 2021. Secara terperinci, Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan 43 bendungan dan mulai membangun 5 bendungan baru. 

"Jadi, [paket proyek] studinya yang di-refocusing. Paket kegiatan studi untuk bendungan-bendungan yang di luar 48 bendungan," katanya kepada Bisnis, Kamis (4/2/2021).

Menurut Airlangga, paket  konstruksi bendungan yang akan dibatalkan adalah paket yang masih dalam tahap green field.

Menurutnya, studi yang akan dibatalkan adalah studi bendungan yang tidak dapat rampung pada 2024.

Di sisi lain, konstruksi mayoritas bendungan baru akan dimulai pada semester II/2021. Adapun, pada semester I/2021 hanya akan ada satu bendungan baru yang akan dimulai dibangun, yakni Bendungan Mbay. 

Di samping itu, Airlangga menyatakan bahwa kementerian juga akan memprioritaskan pembangunan beberapa bendungan dengan proses penyiapan lahan yang mudah. 

Pembangunan bendungan Mbay telah tertunda sekitar 1 tahun karena harus melalui proses studi land acquisition and resettlement (larap). Secara singkat, larap adalah kegiatan pencarian pola aksi dalam pembebasan lahan, bangunan, tanaman, dan pemindahan penduduk dengan menggunakan pendekatan partisipasi 

Bendungan tersebut akan memiliki kapasitas sebesar 24,91 meter kubik dan dapat mengairi lahan seluas 5.206 hektare. Selain itu, bendungan tersebut dapat menyediakan pasokan air baku sebesar 0,54 meter kubik per detik. 

Pembangunan bendungan Mbay memerlukan dana hingga Rp968,3 miliar sebagai dana konstruksi. Sejauh ini telah ada 141 peserta yang mengikuti lelang pembangunan bendungan tersebut. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bendungan anggaran kementerian
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top