Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

7 Perusahaan Ini Dilirik untuk Bermitra dengan Indonesia Battery Holding

Tujuh perusahaan tersebut berpotensi menjadi calon mitra Indonesia Battery Holding, untuk mengembangkan proyek industri baterai kendaraan listrik.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 01 Februari 2021  |  19:02 WIB
Petugas mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Fatmawati, Jakarta, Sabtu (12/12 - 2020). Fast charging 50 kW ini didukung berbagai tipe gun mobil listrik. ANTARA FOTO\r\n
Petugas mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Fatmawati, Jakarta, Sabtu (12/12 - 2020). Fast charging 50 kW ini didukung berbagai tipe gun mobil listrik. ANTARA FOTO\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Terdapat tujuh perusahaan global yang dilirik oleh pemerintah untuk mengembangkan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik Agus Tjahajana Wirakusumah mengungkapkan bahwa ketujuh perusahaan tersebut adalah Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL), BYD Auto Co. Ltd., dan Farasis Energy, Inc., dari China; LG Chem Ltd. dan Samsung SDI dari Korea Selatan; Tesla Inc asal Amerika Serikat; dan Panasonic dari Jepang.

Tujuh perusahaan tersebut berpotensi menjadi calon mitra konsorsium BUMN, Indonesia Battery Holding, untuk mengembangkan proyek industri baterai kendaraan listrik (baterai EV) secara terintegarsi dari hulu hingga hilir senilai US$13,4 miliar—US$17,4 miliar.

"Dari proses penjajakan calon mitra gelombang satu, ada tujuh grup perusahaan yang memenuhi kriteria," ujar Agus dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Senin (1/2/2021).

Menurut Agus, pemilihan calon mitra didasarkan pada tiga kriteria, yakni memiliki jejak global di dalam industri baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan memiliki rencana untuk ekspansi bisnis, memiliki kekuatan finansial dan investasi di bidang baterai, serta mempunyai reputasi merek dan hubungan dengan original equipment manufacturer.

"Mitra-mitra tadi harus punya kemampuan untuk menjual [produksi baterai] di dalam negeri maupun ke luar negeri," imbuhnya.

Hingga saat ini, negosiasi dengan calon mitra utama, yakni CATL dan LG Chem, masih berjalan.

Agus menuturkan bahwa tim tengah menyelesaikan negosiasi pembentukan joint venture (JV) dengan calon mitra global tersebut.

"Sekarang proses belum selesai.  Diharapkan tahun ini kami bisa selesaikan joint venture agreement sampai keputusan investasi," kata Agus.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kendaraan Listrik Baterai Mobil Listrik
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top