Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PGN Minta Industri Optimalkan Alokasi Gas Bumi Harga Khusus

PGN meminta industri penerima manfaat untuk mengoptimalkan alokasi gas bumi harga khusus karena realisasinya baru mencapai 64,14 dari total 374 BBtud.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  06:05 WIB
Petugas mengawasi pipa gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN). Istimewa - PGN
Petugas mengawasi pipa gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN). Istimewa - PGN

Bisnis.com, JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk. atau PGN meminta untuk industri penerima manfaat harga gas khusus US$6 per MMbtu untuk bisa mengoptimalkan alokasi yang telah ditetapkan.

Direktur Utama PGN Suko Hartono memaparkan realisasi alokasi gas sesuai dengan Kepmen 89.K/2020 baru mencapai 64,14 dari total alokasi. Realisasi itu baru sekitar 240 BBtud dari alokasi sebesar 374 BBtud.

Adapun, total pelanggan industri yang telah mendapatkan harga gas khusus tersebut berjumlah 184 pelanggan atau 97 persen dari total pelanggan industri sebesar 188 pelanggan.

"Faktanya teman-teman industri belum memanfatkan secara optimal seusai alokasi letter of agreement, belum semua bisa terelisasi," ungkapnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (27/1/2021).

Untuk itu, pihaknya Kementerian Perindustrian mendorong industri untuk memanfaatkan gas bumi sesuai dengan alokasi volume dalam beleid harga gas khusus industri US$6 per MMbtu.

Di samping itu, pihaknya meminta pemerintah untuk bisa memberikan relaksasi take or pay dari produsen gas ke PGN. Menurutnya selama masa pandemi serapan gas terdampak cukup signifikan.

"Tentunya di Kepmen 89 dan 91 ada insentif badan usaha, kami sedang mengusulkan kompensasi sebagai bagian dalam penugasan BUMN, sedang kami diskusikan baik dari BUMN maupun kementerian teknis ESDM," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PGN
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top