Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Live

Bahas Pemulihan Ekonomi, Ridwan Kamil, Airlangga Sampai Bos OJK Nimbrung di Diskusi BIBC

Diskusi Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 mengambil tema Akselerasi Pemulihan Ekonomi, Strategi Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Seiring Momentum Perbaikan Kinerja Perekonomian dan Vaksinasi Covid-19.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  15:07 WIB
Bisnis Indonesia Business Challenges 2021
Bisnis Indonesia Business Challenges 2021

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah menteri dan bos badan usaha milik negara berkumpul secara virtual dalam diskusi Bisnis Indonesia Business Challenges 2021, pada Selasa (26/1/2021).

Diskusi tersebut mengambil tema Akselerasi Pemulihan Ekonomi, Strategi Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Seiring Momentum Perbaikan Kinerja Perekonomian dan Vaksinasi Covid-19.

Acara ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada masyarakat dan dunia usaha terkait dengan upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi.

Tidak hanya itu saja, tetapi juga mengenai gambaran beragam peluang dan tantangan sepanjang 2021 serta memberikan ruang diskusi bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk mencapai tahun yang lebih baik.

Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 dilaksanakan secara online melalui Zoom Webinar pada pukul 10.00 hingga 15.00 WIB dengan keynote speech dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Acara ini terbagi dalam tiga sesi. 

Sesi pertama,diselenggarakan pada pukul 10.15-11.20 WIB. Di sesi ini akan ada pembahasan mengenai kebijakan anggaran dalam menopang pemulihan ekonomi nasional. Topik ini akan diulas oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio N. Kacaribu.

Kemudian Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso akan menguraikan soal upaya industri keuangan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi 2021.

Tidak ketinggalan, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar membahas fungsi intermediasi perbankan dalam mendorong pemulihan ekonomi.

Sesi kedua berlangsung dari pukul 11.40 hingga 13.10, terdiri dari 3 topik. Plt Dirut BTN Nixon L.P. Napitupulu mengulas akselerasi pembiayaan perumahan. Kemudian Menteri Perdagangan  M. Lutfi juga akan membahas akselerasi kinerja perdagangan. 

Di sesi kedua juga akan ada diskusi yang menghadirkan empat narasumber yaitu  Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah, dan Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani.

Sesi ketiga berlangsung pada pukul 13.30 hingga 15.00. Pada sesi ini direncanakan hadir Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam diskusi penanganan pandemi & program vaksinasi nasional, lalu Menteri Riset dan Teknologi Bambang P.S. Brodjonegoro dalam diskusi vaksin merah putih dan terobosan dalam penanganan pandemi.

Dalam sesi ketiga terdapat juga Sesi Diskusi Vaksinasi Covid-19: Optimisme Sektor Kesehatan & Ekonomi dengan narasumber Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dan Ekonom INDEF Enny Sri Hartati.

Bagi sobat Bisnis yang ingin mengikuti acara ini bisa registrasi melalui email event@bisnis.com, whatsapp di nomor 085817263888, atau melalui http://bit.ly/registrasiBIBC2021.

Acara ini juga bisa diikuti melalui kanal Youtube Bisnis.com. Yuk, ramaikan!

15:32 WIB

Pemerintah Jamin Vaksin Merah-Putih Cukup untuk Rakyat Indonesia

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi menjamin Vaksin Merah-Putih dapat memenuhi kebutuhan dosis vaksin seluruh populasi di Indonesia. Kendati pengembangannya masih pada tahap awal, vaksin buatan lokal tersebut diharapkan rampung tahun ini.

“Untuk Vaksin Merah-Putih, kalau sudah selesai uji klinis tahap ketiga dan mendapatkan emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), serta mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), ini akan memenuhi kebutuhan dosis vaksinasi Tanah Air,” ujar Nadia.

(Rahmad Fauzan)

14:36 WIB

Bos Telkom : Indonesia Belum Butuh 5G dalam Waktu Dekat

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. menilai dalam jangka pendek kehadiran 5G belum terlalu dibutuhkan di Indonesia. Sejumlah teknologi masih dapat terlayani melalui jaringan 4G.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan saat ini belum ada kasus di Indonesia yang membutuhkan teknologi 5G. Beberapa layanan benda yang digerakkan dengan internet (Internet of Things/ IoT) masih dapat terlayani dengan jaringan 4G.

Salah satu keunggulan 5G adalah kecepatan internet super cepat hingga 10 Gbps dan dapat terhubung dengan jutaan perangkat IoT. Indonesia belum memiliki kasus di mana jutaan perangkat IoT harus digerakan melalui jaringan seluler 5G.

“Kalau pun untuk IoT atau industri 4.0, itu dibanyak kasus masih cukup dengan menggunakan platform 4G,” jelas.

(Leo Dwi Jatmiko)

14:10 WIB

Perdagangan LesuMendag Janji Arus Barang Terjaga

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan perdagangan menjadi salah satu sektor yang paling terimbas dampak pandemi Covid-19. Dia menyebut, perdagangan Indonesia mengalami kontraksi pada kuartal III/2020 sebesar 5,03 persen secara tahunan (yoy). Hal ini diikuti oleh penurunan pada lapangan usaha bidang transportasi dan pergudangan yang turun 16,70 persen secara yoy.

“PSBB sukses tetapi perdagangan turun, artinya perdagangan dan stocking terganggu, untuk sektor akomodasi dan makanan minuman juga turun dan ini menunjukkan masyarakat tidak ke mana-mana,” kata Lutfi, Selasa (26/1/2021).

Dia berkomitmen untuk menjamin arus barang pada 2021 agar aktivitas produksi dan konsumsi bisa kembali menggeliat. Dalam hal ini, Lutfi akan memastikan 70,2 persen importasi dapat masuk dengan lancar. Di sisi lain, dia mengharapkan ada insentif yang mendorong daya beli masyarakat.

(Iim Fathimah Timorria)

Layar menampilkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memberikan pemaparan dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 di Jakarta, Selasa (26/1/2021). Bisnis/Himawan L Nugraha

Layar menampilkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memberikan pemaparan dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 di Jakarta, Selasa (26/1/2021). Bisnis/Himawan L Nugraha
11:22 WIB

Menko Airlangga : Pemulihan Ekonomi Mulai Terlihat

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ekonomi Indonesia mulai mengalami pemulihan dari dampak Covid-19.

Hal ini tercermin dari beberapa indikator yang mulai bergerak positif, salah satunya indeks keyakinan konsumen (IKK) yang membaik dan tercatat berada pada level 96,5 pada Desember 2020 meski belum masuk ke zona optimis.

“Tentu ini mencerminkan kontribusi yang lebih optimis lagi karena kita tahu 50 persen dari perekonomian kita basisnya adalah konsumsi,” katanya dalam Webinar Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 bertajuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi, Selasa (26/1/2021).

Di samping itu, PMI Manufaktur pada Desember 2020 juga telah mencapai level ekspansif, yaitu sebesar 51,3. Impor bahan baku dan barang modal yang berkaitan dengan aktivitas investasi juga mengalami peningkatan.

(Maria Elena)

13:30 WIB

Jabar Juara Investasi, BKPM Minta Para Gubernur Belajar dari Ridwan Kamil

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memuji kinerja investasi Provinsi Jawa Barat. Tahun lalu, jumlah penanaman modal dari dalam dan luar negeri di Jawa Barat mencapai Rp120,4 triliun atau 14,6 persen dari total realisasi investasi.

“Memang gubernur lain perlu belajar dan diskusi bagaimana tata kelola dan pelayan oleh Gubernur Jabar [Ridwan Kamil] kepada einvesor. Atau mungkin karena ada Patimban atau produktivitas tenaga kerja yang luar biasa,” katanya.

(Jaffry Prabu Prakoso)

13:19 WIB

Bahlil : Investasi Pintu Masuk Konsumsi yang Massif

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan investasi harus terus didorong karena menjadi pintu masuk terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.  Dia menyebut, pertumbuhan ekonomi mayoritas dikontribusi oleh konsumsi sebesar 57 persen sampai 60 persen. 

“Pendapatan itu bisa ada kalau ada lapangan kerja. Itu tidak hanya kita suruh masyarakat kita untuk menjadi PNS, tentara, atau pejabat BUMN,” katanya pada acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 secara daring, Selasa (26/1/2021).

Sementara itu, target investasi pada 2020 mencapai target. Dari perubahan target menjadi Rp817,2 triliun, BKPM mendapat Rp826,2 triliun atau 101,1 persen.
 
Berdasarkan catatan BKPM, pada triwulan I/2020 capaian PMA sebesar Rp98 triliun dan PMDN Rp112,7 triliun. Triwulan II perolehan PMA dan PMDN turun. Asing Rp97,6 triliun dan dalam negeri Rp94,3 triliun.

(Jaffry Prabu Prakoso)

11:50 WIB

OJK : Akuisisi dan Merger Perbankan Tahun Ini akan Lebih Marak

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memperkirakan tren akuisisi dan merger pada tahun ini akan lebih marak dari tahun lalu.

Dia mengatakan program modal minimum perbankan yang telah diinisiasi sejak lama membuka peluang kehadiran investor baru lewat akuisisi. Untuk diketahui, modal inti minimum bank diatur Rp3 triliun pada 2022. Pemenuhan itu juga dilakukan secara bertahap yakni Rp2 triliun pada tahun ini.

"Trennya akan lebih banyak lagi bank yang melakukan akuisisi dan merger. Ini bagus untuk mencegah permasalahan dan lebih dini untuk melakukan itu," katanya.


(Azizah Nur Alfi)

12:43 WIB

Optimistis kinerja 2021, Ini sektor andalan BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. optimistis kinerja ekonomi tahun ini akan lebih baik dan mampu mendongrak penyaluran kredit perbankan. Perseroan pun melihat beberapa sektor seperti industri manufkatur dan industri pengolahan mampu mendorong kinerja fungsi intermediasi.

Direktur Corporate Banking Silvano Rumantir menyampaikan kinerja ekonomi tahun ini sudah akan lebih baik, meski belum mampu menyampai kinerja pre-pandemi.

"Kami pun meilihat beberapa sektor utama, seperti inudstri pengolahan dan pertambangan masih mampu menjadi pendongkrak kinerja tahun ini," sebutnya, dalam Webminar Bisnis Indonesia Business Challenges 2021, Selasa (26/1/2021).

(M.Richard)

Layar menampilkan Direktur Corporate Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Silvano Rumantir memberikan pemaparan dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 di Jakarta, Selasa (26/1/2021). Bisnis/Arief Hermawan P

Layar menampilkan Direktur Corporate Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Silvano Rumantir memberikan pemaparan dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 di Jakarta, Selasa (26/1/2021). Bisnis/Arief Hermawan P
12:18 WIB

Arus Investasi Domestik Deras, OJK Rilis Security Crowdfunding

Guna menjaga permintaan dan penawaran investasi di pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menggenjot pemanfaatan security crowdfunding guna menambah suplai di pasar modal.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menuturkan pasca pandemi Covid-19 upaya menjaga keseimbangan antara suplai dengan permintaan di pasar modal menjadi krusial.

"Pasar modal ini bagaimana menyeimbangkan bagaimana keperluan permintaan akan berbagai instrumen yang ada, di masa pandemi banyak yang tadinya konsumtif berkurang karena ruang gerak berkurang. Tak bisa makan di restoran dan traveling ini pasti disposible income banyak sekali, ini menjadi kekuatan untuk investasi," paparnya.d

Dana-dana ini terangnya, mengalir ke pasar modal yang tercermin sepanjang 2020, investor ritel di pasar modal melonjak hingga 3,87 juta Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 56 persen dari posisi akhir 2019. Dari jumlah itu, investor saham melonjak 53 persen menjadi 1,68 juta SID.

(Rinaldi Mohammad Azka)

11:41 WIB

OJK: Begitu Krisis Akibat Pandemi, Pasar Modal Diutamakan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengutamakan pengaturan pasar modal sepanjang pandemi Covid-19. Hasilnya, memasuki 2021, indeks harga saham gabungan (IHSG) sudah kembali pada posisi sebelum Covid-19.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan pasar modal menjadi langkah pertama yang dilakukan guna mengantisipasi pandemi terhadap sektor keuangan.

"Pertama yang kami lakukan bagaimana pasar modal terkoreksinya tidak terlalu dalam, agar outflow tidak terlalu besar. Kalau terlalu besar ini luar biasa dan sulit terkendali, sehingga agar confidence, outflow menjadi terukur, terkoreksinya pun terukur," ujarnya.

(Rinaldi Mohammad Azka)

Layar menampilkan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kanan) memberikan pemaparan yang dipandu Redaktur Pelaksana Bisnis Indonesia Hendri T. Asworo dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 di Jakarta, Selasa (26/1/2021). Bisnis/Arief Hermawan P

Layar menampilkan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kanan) memberikan pemaparan yang dipandu Redaktur Pelaksana Bisnis Indonesia Hendri T. Asworo dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 di Jakarta, Selasa (26/1/2021). Bisnis/Arief Hermawan P
11:23 WIB

Pemerintah Klaim Utang RI 2020 Dapat Dikendalikan

Kementerian Keuangan mencatat realisasi utang publik Indonesia sementara terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2020 di angka 38,5 persen. Dibandingkan anggota Asean, masih lebih rendah.
 
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan bahwa Filipina berdasarkan proyeksi IMF sebesar 48,9 persen. Sedangkan Vietnam 46,6 persen, Thailand 50,4 persen, dan Malaysia mencapai 67,6 persen.
 
“Jadi kita cukup resilience [mengembirakan] dengan negara lain. Risiko yang terjadi cukup manageable [dapat dikendalikan,” katanya pada acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021, Selasa (26/1/2021).

(Jaffry Prabu Prakoso)

11:16 WIB

Menko Airlangga : Pemerintah Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2021

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini. Ekonomi diperkirakan akan tumbuh pada kisaran 4 hingga 5,2 persen. Sebelumnya, pemerintah memproyeksikan ekonomi 2021 akan tumbuh pada kisaran 4,5 hingga 5,5 persen, dengan batas tengah 5 persen.

“Kita akan lihat di 2021 pertumbuhan kita akan di 4 hingga 5,2 persen,” katanya.

(Maria Elena)

11:08 WIB

Tantangan Ekonomi Dunia 2020 Sama, Kontraksi Indonesia Lebih Baik

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan bahwa hampir seluruh dunia menghadapi tantangan sama besarnya pada 2020 akibat pandemi Covid-19.

Meski begitu, kondisi perekonomian Indonesia cukup moderat, apalagi disandingkan dengan anggota G20 dan Asean. Berdasarkan proyeksi berbagai lembaga internasional, kontraksi Indonesia cukup mengembirakan (resilience).

“Perekonomian estiasi kita terakhir berada di angka minus 2,2 persen sampai minus 1,7 persen. Kita bandingkan dengan G20 dan Asean, kita relatif cukup baik. Cuma Tiongkok dan Vietnam yang positif. Kontraksi kita cukup moderat,” katanya pada acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021, Selasa (26/1/2021).

(Jaffry Prabu Prakoso)

Layar menampilkan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu (kanan) memberikan pemaparan yang dipandu Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Fahmi Achmad dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 di Jakarta, Selasa (26/1/2021). Bisnis/Arief Hermawan P

Layar menampilkan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu (kanan) memberikan pemaparan yang dipandu Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Fahmi Achmad dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 di Jakarta, Selasa (26/1/2021). Bisnis/Arief Hermawan P
10:53 WIB

Menko Airlangga : Vaksinasi untuk 77 Juta Jiwa Dipercepat

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan program vaksinasi tahap pertama kepada 1,3 juta tenaga kesehatan telah berjalan. Selanjutnya, fasilitas vaksin Covid-19 akan diberikan kepada petugas publik sebanyak 17,4 juta orang.

Sesuai dengan araham Presiden Joko Widodo, kata Airlangga, vaksinasi kepada 77,4 juta masyarakat yang direncanakan akan dilakukan pada Januari hingga Maret 2022 akan dipercepat, dilakukan pada Desember tahun ini.

“Presiden minta ini akan diselesaikan di Desember sehingga ada percepatan 77 juta masyarakat yang rencana di Januari-Maret tahun depan ditarik ke depan,” katanya dalam Webinar Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 bertajuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi, selasa (26/1/2021).

(Maria Elena)

10:26 WIB

Menko Airlangga : Pemerintah Setor Modal Rp15 Triliun ke SWF

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah sudah menyetor modal awal Rp15 triliun ke Indonesia Investment Authority (INA), lembaga pengelola investasi atau sovereign wealth fund (SWF) yang baru dibentuk. Penambahan modal selanjutnya akan dilakukan lewat inbreng saham badan usaha milik negara (BUMN). 

Airlangga menjelaskan, terdapat dua jenis dana yang dikelola INA, yaitu masterfund dan thematic fund. Dia menyebut, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, target awal pendanaan diharapkan bisa mencapai US$20 miliar. Jumlah itu relatif kecil dibandingkan dengan GIC Singapura US$413 miliar dan Temasek Singapura US$453 miliar.

(Rinaldi Mohammad Azka)

10:17 WIB

Menko Airlangga : Kepercayaan Pasar Pulih, IHSG dan Rupiah Membaik

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kepercayaan pasar mulai pulih, tercermin dari pergerakan indeks harga saham gabungan (IHS) dan nilai tukar rupiah. "Ini menunjukkan kepercayaan investor juga aware terhadap situasi di Indonesia. Indonesia salah satu negara yang mampu menjaga pergerakan nilai tukar," ujarnya.

(Rinaldi Mohammad Azka)

10:13 WIB

Menko Airlangga : Di Asean, Indonesia Paling Awal Vaksinasi

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sebanyak 179.000 dosis vaksin Covid-19 telah digunakan hingga 25 Januari 2021, dari total 1,48 juta dosis vaksin yang telah terdistrbusi.

Airlangga mengutarakan, Indonesia termasuk salah satu negara yang melakukan vaksinasi di awal tahun, di awali oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Januari 2021. Kemudian, vaksinasi tahap pertama ditujukan kepada 1,3 juta tenaga kesehatan.

“Sekarang 179.000 sudah divaksinasi,” katanya dalam Webinar Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 bertajuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi, selasa (26/1/2021).

(Maria Elena)

Layar menampilkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (baris atas kanan), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (baris atas kedua kiri), Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu (baris tengah kanan), Ketua Umum Apindo Hariyadi B. Sukamdani (baris tengah kedua kiri), Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika (JAG) Budiarsa (baris atas kedua kanan), Komisaris PT JAG Soebronto Laras (baris tengah kiri), Presiden Direktur Solopos Arif Budisusilo (baris bawah kanan), dan Direktur PT JAG Hery Trianto (baris bawah kanan) saat mengikuti Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 di Jakarta, Selasa (26/1/2021). Bisnis/Arief Hermawan P

Layar menampilkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (baris atas kanan), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (baris atas kedua kiri), Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu (baris tengah kanan), Ketua Umum Apindo Hariyadi B. Sukamdani (baris tengah kedua kiri), Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika (JAG) Budiarsa (baris atas kedua kanan), Komisaris PT JAG Soebronto Laras (baris tengah kiri), Presiden Direktur Solopos Arif Budisusilo (baris bawah kanan), dan Direktur PT JAG Hery Trianto (baris bawah kanan) saat mengikuti Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 di Jakarta, Selasa (26/1/2021). Bisnis/Arief Hermawan P


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top