Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bantu Bangun Rumah, Program FLPP Mendominasi

Pemerintah berkomitmen untuk memberikan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 23 Januari 2021  |  16:45 WIB
Foto udara kawasan perumahan di Gunung Sindur, Bogor, Sabtu (28/12/2019). Bisnis - Abdullah Azzam
Foto udara kawasan perumahan di Gunung Sindur, Bogor, Sabtu (28/12/2019). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan Rp21,69 triliun sebagai bantuan pembiayaan perumahan untuk tahun anggaran 2021. Dana tersebut akan ditujukan untuk pembangunan rumah sebanyak 222.876 unit. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan hal tersebut sebagai salah satu langkah untuk mencapai target akses rumah layak huni ke posisi 70 persen. Adapun, posisi akses rumah layak huni per 2019 mencapai 56,75 persen. 

"Pemerintah berkomitmen untuk memberikan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman," katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (23/1/2021). 

Bantuan tersebut akan dibagi menjadi empat macam program, yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Bantuan Uang Muka, Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). 

Program FLPP akan menyerap mayoritas program bantuan tersebut mencapai 76,8 persen atau Rp16,66 triliun. Adapun, program FLPP akan dilengkapi dengan program SBUM senilai Rp630 miliar. 

Program FLPP pada 2021 menargetkan akan membangun sebanyak 157.500 unit. Dengan kata lain, program FLPP akan berkontribusi sekitar 70,66 persen dari target peningkatan akses rumah layak huni tahun ini. 

Basuki menyatakan bantuan FLPP pada tahun ini merupakan yang tertinggi sejak program tersebut dimulai. Oleh karena itu, pemerintah menggandeng 30 bank pelaksana penyalur bantuan yang terdiri dari 21 bank pembangunan daerah dan 9 bank nasional.

Selain itu , program BP2BT akan menyerap sekitar Rp1,6 triliun atau sekitar 7,37 persen dari total anggaran bantuan. Program tersebut ditargetkan untuk membantu pembangunan 39.996 unit rumah. 

Terakhir, program Tapera akan menyerap sekitar Rp2,8 triliun untuk membangun 25.380 rumah. Dengan kata lain, pemerintah akan memberikan bantuan senilai Rp110,32 juta per rumah yang dibangun. 

Pada 2020, program FLPP telah membantu membangun 109.253 unit senilai Rp11,23 triliun, program SBUM membantu membangun 130.184 unit rumah senilai Rp526,37 miliar, dan program BP2PT memabntu memabngun sebanyak 1.357 unit rumah senilai Rp53,86 miliar. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tapera flpp
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top