Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina Rampungkan Digitalisasi di 5.518 SPBU

Melalui penerapan digitalisasi, pemantauan pasokan bahan bakar minyak diklaim bisa lebih akurat.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  20:03 WIB
Pertamina Rampungkan Digitalisasi di 5.518 SPBU
Pembeli BBM di SPBU Pertamina menggunakan sistem pembayaran nontunai. - Pertamina
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) telah merampungkan digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum di 5.518 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan penerapan itu, pemantauan pasokan bahan bakar minyak diklaim bisa lebih akurat.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading Pertamina Putut Andriatno mengatakan bahwa dengan diterapkannya digitalisasi, data waktu nyata digitalisasi SPBU telah digunakan untuk mengantisipasi dan memastikan ketersediaan BBM di SPBU secara cepat dan tepat.

"Tujuan digitalisasi SPBU salah satunya juga sebagai peningkatan layanan Pertamina kepada konsumen," ujarnya melalui keterangan resminya, Jumat (22/1/2021).

Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi berharap agar program digitalisasi dapat dilanjutkan dengan integrasi dari hulu hingga ke hilir agar rantai bisnis bisa berjalan lebih lancar dan memberi kepastian yang lebih terhadap konsumen.

"Digitalisasi ini sifatnya harus berupa program jangka panjang, harus dilanjutkan meskipun terjadi perubahan-perubahan. Ini kan investasi yang besar, jadi harus berlanjut dan terintegrasi pengembangannya," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

spbu digitalisasi
Editor : Zufrizal
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top