Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Beberapa Kementerian dan Lembaga Belum Optimalkan SBSN untuk Pembangunan

Kementerian/lembaga dengan realisasi terendah adalah Lapan sebesar 44,86 persen dan LIPI 59,11 persen.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  15:13 WIB
ILUSTRASI OBLIGASI. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI OBLIGASI. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Surat berharga syariah negara (SBSN) yang menjadi salah satu diversifikasi model pembiayaan pembangunan pemerintah terus meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah kementerian yang memanfaatkan pendanaan tersebut pada tahun ini bertambah tiga.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana, Kementerian PPN/Bappenas J. Rizal Primana mengatakan bahwa beberapa kementerian/lembaga (K/L) melakukan kinerja dengan baik dari segi waktu maupun manfaat kepada rakyat dalam menggunakan SBSN.

“Namun ada beberapa kementerian/lembaga yang proyeknya masih perlu diperkuat karena belum diimbangi kinerja proyek yang optimal,” katanya dalam diskusi virtual, Rabu (20/1/2021).

Namun, Rizal tidak menyebut K/L apa saja yang belum optimal tersebut. Adapun, dalam tiga tahun terakhir, masih ada luncuran anggaran proyek yang cukup besar dengan nilai total Rp5,2 triliun.

“Nilai luncuran ini tentu akan memberatkan K/L di dalam pelaksanaan. Dan mempengaruhi kinerja K/L pelaksanaan proyek pada tahun berikutnya,” jelasnya.

Sementara itu Kementerian Keuangan mencatat pada 2020 realisasi kinerja SBSN 2020 untuk pembiayaan pembangunan sebesar 90,96 persen. Alokasinya pada tahun itu totalnya Rp23,29 triliun yang termasuk alokasi luncuran 2019. Kementerian/lembaga dengan realisasi terendah adalah Lapan sebesar 44,86 persen dan LIPI 59,11 persen.

“Adanya luncuran-luncuran ini menunjukkan masih terdapat kendala pada aspek perencanaan, aspek pengadaan, aspek pelaksanaan, dan aspek penganggaran proyek. Sehingga diperluka muatan dan kerja keras dari K/L di dalam mengelola proyek,” ucap Rizal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan kemenkeu surat berharga
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top