Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prancis Ingin Perselisihan Dagang AS vs Uni Eropa Ditangguhkan

Prancis melihat Uni Eropa dan AS bisa menemukan cara untuk menyelesaikan perselisihan tersebut. Pasalnya, perselisihan dagang antara kedua pihak ini telah menekan produk ekspor Prancis.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  09:28 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump setelah melakukan pertemuan di Istana Elysee di Paris pada Sabtu (10/11/2018). - Reuters/Vincent Kessler
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump setelah melakukan pertemuan di Istana Elysee di Paris pada Sabtu (10/11/2018). - Reuters/Vincent Kessler

Bisnis.com, JAKARTA - Uni Eropa dan pemerintahan Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden yang akan datang harus menangguhkan perselisihan perdagangan untuk memberi mereka waktu menemukan titik temu.

“Masalah yang meracuni semua orang adalah kenaikan harga dan pajak baja, teknologi digital, Airbus, dan lebih khusus lagi sektor anggur kami,” kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian kepada Le Journal du Dimanche dalam sebuah wawancara.

Dia berharap kedua pihak bisa menemukan cara untuk menyelesaikan perselisihan tersebut. “Mungkin butuh waktu, tapi sementara ini, kami selalu bisa memerintahkan moratorium,” tambahnya.

Pada akhir Desember, Amerika Serikat (AS) bergerak menaikkan tarif pada suku cadang pesawat Prancis dan Jerman, anggur dan minuman keras lainnya dalam sengketa subsidi Boeing-Airbus, tetapi blok tersebut memutuskan untuk menunda pembalasan saat ini.

Uni Eropa berencana mempresentasikan proposal reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Februari dan bersedia mempertimbangkan reformasi untuk mengekang otoritas yudisial dari badan penyelesaian sengketa WTO.

Amerika Serikat telah bertahun-tahun mengeluh bahwa Badan Banding WTO membuat aturan perdagangan baru yang tidak dapat dibenarkan dalam keputusannya dan telah memblokir penunjukan hakim baru untuk menghentikan ini, membuat badan tersebut tidak dapat dioperasikan.

Pemerintahan Trump, yang akan meninggalkan jabatannya pada Rabu (20/1/2021), telah mengancam akan mengenakan tarif pada kosmetik, tas tangan dan barang-barang Prancis lainnya sebagai pembalasan atas pajak layanan digital Prancis, yang dikatakan mendiskriminasi perusahaan-perusahaan teknologi AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perdagangan uni eropa prancis amerika serikat

Sumber : Antara

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top