Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Sentral Eropa Ingatkan Perbankan Dampak Pandemi Belum Capai Puncak

Bank-bank di wilayah Eropa diproyeksi menghadapi kerugian yang cukup signifikan dan tekanan lanjutan pada profitabilitas ke depan.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 15 Januari 2021  |  21:21 WIB
Kantor pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski
Kantor pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski

Bisnis.com, JAKARTA - Pejabat Bank Sentral Eropa mengingatkan pelaku industri perbankan bahwa dampak dari krisis pandemi belum sampai puncak karena kebijakan dari bank sentral.

"Krisis pandemi belum berakhir dan dampak ke ekonomi belum sepenuhnya terasa," kata Gubernur dari Irlandia Gabriel Makhlouf seperti dilansir Bloomberg, Jumat (15/1/2021).

Menurutnya bank-bank di wilayah Eropa bakal menghadapi kerugian yang cukup signifikan dan tekanan lanjutan pada profitabilitas ke depan.

Bank-bank di Benua Biru pun harus ekstra hati-hati dalam memutuskan soal pembagian dividen dan menjaga permodal mereka kuat untuk menyerap kerugian yang ada.

Makhlouf menyampaikan hal tersebut saat bersama beberapa rekannya di Bank Sentral, termasuk Vitas Vasiliauskas dari Lituania, yang memperingatkan tentang risiko serupa.

Komentar tersebut mencerminkan kegelisahan yang lebih besar atas prospek industri perbankan, dibandingkan dengan yang diungkapkan oleh Presiden ECB Christine Lagarde pada minggu ini. Legarde mengatakan tahun ini dimulai dengan dasar yang lebih positif daripada yang ingin dilihat beberapa orang.

“Masalah utama yang masuk terkait dengan gelombang kebangkrutan,” kata Vasiliauskas.

Dia menambahkan bahwa di Lithuania, masalah kebangkrutan menurun 50 persen pada tahun lalu. “Artinya kita bisa mengharapkan peningkatan besar tahun ini. Risiko ini harus diwaspadai."

Tantangan utama yang dihadapi perbankan Eropa adalah bahwa korporasi yang didukung oleh kebijakan pemerintah pada 2020, bisa berada dalam posisi keuangan yang rentan saat program-program tersebut berakhir. Hal itu akan menambah tekanan pada sistem perbankan, yang juga mendapat keringanan modal dan likuiditas dari regulator.

“Meskipun saya tetap optimistis tentang prospek jangka menegah, tapi saya khawatir dampak dari pandemi akan lebih terlihat pada 2021,” kata Gubernur dari Yunani Yannis Stournaras.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa perbankan eropa bank sentral eropa

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top